Juara Liga Antardesa Pati Hanya Dapat Piala dan Dua Kardus, Pemkab Tuai Kritik

Olahraga461 Dilihat

PATI – PortalMuria.com | Liga Sepakbola Antardesa se-Kabupaten Pati yang digelar selama dua pekan, sejak 14 hingga 30 Desember 2025, justru meninggalkan residu kekecewaan. Bukan soal kualitas pertandingan, melainkan bentuk apresiasi kepada sang juara.

Tim kesebelasan Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, yang keluar sebagai kampiun, hanya menerima sebuah piala penghargaan dan dua kardus yang diduga berisi makanan ringan. Tanpa uang pembinaan, tanpa bonus prestasi. Fakta ini sontak memantik kontroversi di tengah masyarakat.

Berbagai opini bermunculan. Warga mempertanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam menghargai semangat gotong royong dan perjuangan masyarakat desa yang telah menghidupkan kompetisi ini.

“Pantaskah hadiah seperti itu untuk sebuah liga tingkat kabupaten?” menjadi pertanyaan yang ramai diperbincangkan, baik di warung kopi hingga media sosial. Tak sedikit pula yang menilai, Pemkab Pati seolah abai terhadap jerih payah para pemain yang bertanding membawa nama desa masing-masing.

Perbandingan dengan daerah tetangga pun tak terelakkan. Di Kabupaten Kudus, juara pertama Liga Sepakbola Antardesa justru mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 5 juta, yang diserahkan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton.

Perbedaan ini semakin menajamkan kritik publik. Kabupaten yang berdampingan secara geografis, namun terkesan berbeda jauh dalam hal penghargaan terhadap prestasi olahraga desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Tri Haryama, memilih tidak mengungkap secara rinci bentuk hadiah yang diterima pemenang.

Menurutnya, substansi utama liga bukan terletak pada hadiah, melainkan pada semangat dan animo masyarakat desa.

“Hadiahnya tidak perlu kami sampaikan, yang penting semangatnya dan animo masyarakat,” ungkap Tri.

Pernyataan tersebut justru dinilai sebagian pihak semakin mempertegas minimnya transparansi serta kepekaan terhadap makna apresiasi dalam sebuah kompetisi resmi.

Terlepas dari polemik hadiah, laga final tetap berlangsung sengit. Tim Desa Wonorejo berhasil menaklukkan Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, dengan skor tipis 1-0 di Stadion Joyokusumo, Selasa (30/12/2025).

Kemenangan itu memastikan Desa Wonorejo menjadi wakil Kabupaten Pati di ajang Liga Sepakbola Antardesa tingkat karesidenan.

Tri Haryama menambahkan, Desa Wonorejo dijadwalkan berlaga di tingkat karesidenan pada 5 Januari 2026 di Stadion Safin, Kecamatan Trangkil.

“Pemenangnya nanti maju ke tingkat karesidenan. Panitianya bukan dari kabupaten, tapi dari provinsi,” jelasnya.

Namun, publik kembali bertanya: apakah pantas wakil Kabupaten Pati berangkat membawa nama daerah, tetapi tanpa dukungan dan apresiasi yang layak dari pemerintahnya sendiri?

(Red.)