Bupati Pati Sudewo Perayaan Tahun Baru 2026 Tanpa Foya-foya, Kades Diminta Jaga Kondusivitas dan Fokus Layani Rakyat

Berita, Pati1236 Dilihat

PATI –  PortalMuria.com | Menjelang pergantian tahun, Bupati Pati Sudewo mengeluarkan penegasan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dalam kegiatan pengarahan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (29/12/2025), Sudewo secara tegas meminta agar perayaan Tahun Baru 2026 tidak diwarnai euforia berlebihan dan foya-foya.

Pengarahan tersebut dihadiri ratusan kepala desa (kades), camat, serta kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Suasana berlangsung serius, menandai pesan penting yang ingin disampaikan orang nomor satu di Pati itu.

Sudewo menegaskan, sikap menahan diri dalam menyambut tahun baru merupakan wujud empati dan keprihatinan atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

“Sebagai bentuk keprihatinan kita terhadap bencana yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Keprihatinan itu harus kita wujudkan dengan mengendalikan rasa kepuasan diri, tidak euforia, tidak foya-foya,” tegas Sudewo.

Ia meminta seluruh elemen pemerintahan hingga masyarakat untuk menjaga sikap, perilaku, dan perayaan secara sederhana, sebagai refleksi solidaritas nasional.

Dalam kesempatan itu, Sudewo juga memberikan instruksi tegas kepada para kepala desa agar menjaga wilayahnya masing-masing tetap aman dan kondusif selama momentum pergantian tahun.

Menurutnya, potensi gangguan keamanan kerap meningkat saat malam tahun baru, mulai dari tawuran, mabuk-mabukan, hingga aksi balap liar.

“Jangan sampai di warganya itu ada tawuran, ada mabuk-mabukan, ada gangster, ada balap-balapan. Pokoknya hindari semuanya itu supaya situasinya aman dan kondusif,” ujarnya.

Sudewo menekankan, stabilitas keamanan desa menjadi kunci kenyamanan masyarakat secara keseluruhan.

Tak hanya soal keamanan dan moral sosial, Sudewo juga mengingatkan bahwa menyongsong tahun 2026, fokus pembangunan tidak boleh kendur, terutama di sektor pertanian.

Ia kembali menegaskan pentingnya program 10 ton per hektare, sekaligus meminta agar sektor pertanian lainnya terus dimaksimalkan demi ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, produktivitas pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Kabupaten Pati yang harus dijaga konsistensinya.

Dalam nada yang lebih tegas, Sudewo menyampaikan pesan penting kepada seluruh kepala desa agar tidak terjebak dalam manuver politik.
Ia meminta para kades untuk tetap fokus bekerja, melayani masyarakat, dan membangun daerah dengan niat tulus.

“Saya juga minta kepada semua kepala desa tidak usah main politik-politikan. Pokoknya fokus bekerja melayani masyarakat sebaik-baiknya. Soal politik itu nanti ada saatnya sendiri pada saat pemilu,” tandasnya.

Pesan ini sekaligus menjadi penegasan netralitas aparat desa, terutama menjelang tahun-tahun politik mendatang.

(Red.)