Tanggul Jebol di Kayen Pati, Puluhan Rumah Warga Desa Srikaton Terendam Banjir

Berita, Pati1447 Dilihat

PATI – PortalMuria.com | Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan kembali memantik ancaman banjir di Kabupaten Pati. Kali ini, luapan air sungai akibat jebolnya tanggul terjadi di Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Rabu (17/12/2025) sore.

Peristiwa tersebut dipicu hujan lebat di kawasan hulu Desa Beketel, wilayah pegunungan yang dikenal rawan kiriman air saat intensitas hujan meningkat. Debit air yang naik drastis membuat tanggul sungai di Desa Srikaton tak mampu menahan arus, hingga akhirnya jebol sepanjang sekitar 7 meter dengan kedalaman mencapai 10 meter.

Luapan air mulai terpantau sekitar pukul 18.30 WIB, setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu sejak pukul 16.30 WIB. Aliran air kemudian menggenangi Jalan Desa Srikaton RT 03 RW 04 sepanjang kurang lebih satu kilometer.

Ketinggian air di jalan kampung mencapai 20 hingga 25 sentimeter, namun arus lalu lintas masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan ekstra kehati-hatian.

Tak hanya jalan kampung, luapan air juga merembes ke permukiman warga. Sebanyak 43 rumah di RT 03 RW 04 terendam air dengan ketinggian sekitar 5 hingga 10 sentimeter.

Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil. Warga memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut.

Menindaklanjuti kejadian itu, personel Polsek Kayen bersama Piket Siaga Bencana Polresta Pati langsung turun ke lokasi. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kayen AKP Parsha.

Petugas melakukan pemantauan situasi, pengaturan arus lalu lintas di titik genangan, sekaligus membantu warga membersihkan sisa luapan air yang masuk ke rumah dan jalan kampung.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Kayen AKP Parsha memastikan bahwa banjir yang terjadi bersifat sementara.

“Luapan air ini hanya numpang lewat, akibat kiriman dari wilayah hulu. Aliran air meluap sekitar satu hingga dua jam, dan saat ini kondisi sudah mulai surut,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah pegunungan.

“Kami terus melakukan monitoring dan siap mengambil langkah cepat apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan,” tegasnya.

Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi Call Center Polri 110 apabila menghadapi situasi darurat seperti kejahatan, kecelakaan lalu lintas, bencana alam (banjir, kebakaran), maupun gangguan keamanan lainnya.

Layanan ini gratis, bebas pulsa, dan aktif 24 jam, namun hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat guna menghindari penyalahgunaan.

(Red.)