Pemkab Jepara Ajukan Rp140 Miliar untuk Ubah Jalan Soekarno-Hatta Jadi City Walk & Etalase Mebel Terpanjang di Kabupaten

Berita, Jepara, Muria, Muria Raya1192 Dilihat

JEPARAPortalMuria.com – Tak ingin kejayaan industri ukir tinggal sejarah, Pemerintah Kabupaten Jepara mengajukan anggaran Rp140 miliar ke pemerintah pusat untuk menata ulang koridor Jalan Soekarno-Hatta—jalur utama Kecamatan Tahunan menuju pusat kota—menjadi city walk sekaligus ruang pamer mebel terpanjang di Kabupaten Jepara.

Langkah besar itu disampaikan langsung oleh Bupati Jepara Witarso Utomo saat program “Ngantor di Desa” yang kali ini digelar di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Selasa (25/11/2025).

“Jalan Soekarno-Hatta kami plot sebagai kawasan strategis daerah. Kami dorong menjadi koridor mebel, city walk, dan ruang pameran yang bisa mengangkat kejayaan industri Jepara seperti dulu,” tegas Bupati.

Koridor Soekarno-Hatta selama ini dikenal sebagai pintu masuk vital menuju jantung Kabupaten Jepara. Melalui penataan besar-besaran, pemerintah daerah ingin mengubah wajah kawasan ini menjadi ruang publik yang lebih hidup, estetis, dan identik dengan budaya ukir Jepara.

Konsep penataan dirancang berbasis kearifan lokal, dengan melibatkan masukan pelaku usaha, masyarakat, hingga komunitas pengrajin.

“Semua dirancang dengan karakter Jepara. Bukan hanya mempercantik kota, tapi membangun identitas,” kata Bupati.

Meski sedang menunggu persetujuan anggaran Rp140 miliar dari pemerintah pusat, Pemkab Jepara sudah menyiapkan Rp1 miliar pada APBD 2026 sebagai modal awal penataan. Anggaran tahap awal ini akan digunakan untuk:

  • sosialisasi perizinan
  • penguatan proposal ke pemerintah pusat
  • pembangunan fisik awal, seperti lampu dan trotoar
  • penataan titik-titik prioritas di koridor jalan

Jika dana pusat turun, penataan akan dilakukan secara menyeluruh sepanjang jalan, sehingga koridor ini benar-benar menjadi “etalase raksasa industri mebel Jepara.”

Tidak hanya soal penataan fisik, Pemkab Jepara juga akan mengusulkan penurunan status Jalan Soekarno-Hatta menjadi jalan kabupaten. Langkah ini ditempuh agar Pemkab dapat lebih fleksibel dalam:

  • pengaturan lalu lintas
  • rekayasa event di Kecamatan Tahunan
  • ruang gerak pedagang dan pelaku industri
  • pengembangan kawasan sesuai kebutuhan daerah

“Dengan status kabupaten, kita bisa mengelola ruang lebih luwes. Aktivitas masyarakat dan kegiatan pariwisata bisa berkembang tanpa harus terkendala aturan jalan nasional,” ujar Witarso.

Jika rencana terlaksana, Jepara akan memiliki city walk ikonik yang tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga menjadi panggung besar bagi kebangkitan industri mebel, sektor yang selama puluhan tahun menjadi identitas sekaligus denyut ekonomi masyarakat.

Penataan koridor Soekarno-Hatta ini bukan hanya program infrastruktur; ini adalah strategi kebangkitan ekonomi berbasis budaya.

Jepara nampaknya bersiap menulis babak baru: kota mebel yang kembali bersinar, sekarang dengan wajah modern dan ruang publik yang hidup.

(Red.)