Muara Kaliwiso Makin Dangkal, Nelayan Jepara Terjebak di Akses Sendiri: “Kami Harus Dorong Perahu!”

Berita, Jepara1060 Dilihat

Jepara, PortalMuria.com – Musim hujan baru saja mengetuk pesisir utara Jawa, tetapi keresahan nelayan Jepara sudah melonjak lebih dulu. Di Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Jepara, pendangkalan muara Kaliwiso kian menjadi-jadi dan kini berubah menjadi ancaman nyata bagi ratusan nelayan yang menggantungkan hidup pada jalur air tersebut.

Muara yang berada persis di samping TPI Ujungbatu itu disebut semakin dangkal hari demi hari. Akibatnya, perahu nelayan tersangkut lumpur, menghambat aktivitas melaut yang menjadi sumber nafkah utama.

“Beberapa hari ini kami sangat kerepotan kalau mau melaut. Muara Kaliwiso sekarang semakin dangkal,” keluh Ahmad (40), nelayan asal Ujungbatu, Jumat (21/11).
Dengan wajah lelah, ia menceritakan bagaimana ia dan rekan-rekannya terpaksa turun ke air lalu mendorong perahu agar bisa melewati muara.

“Kami harus bersusah payah mendorong perahu karena saking dangkalnya,” tambahnya.

Nelayan lain tak kalah cemas. Ketua Kelompok Nelayan Kartini Maritim Jepara, Romdhoni, mengakui kondisi itu benar-benar memukul para pelaut kecil.

“Derita nelayan sekarang sungguh sangat memprihatinkan. Hasil tangkapan sering tidak bisa menutupi biaya operasional, ditambah persoalan pendangkalan muara Kaliwiso,” ujarnya.

Ia memperingatkan bahwa situasi dikhawatirkan akan memburuk memasuki puncak angin barat—periode di mana gelombang besar dan arus kuat menjadi momok tahunan.

“Kalau tidak segera diatasi, musim angin barat nanti akan menambah persoalan bagi nelayan,” tegasnya.

Lewat organisasi nelayan yang dipimpinnya, Romdhoni menyampaikan harapan dan seruan untuk bupati Jepara dan Pemkab Jepara agar tidak menutup mata. Ia meminta agar jargon “Jepara Mulus (Makmur, Unggul, Lestari, Religius)” yang digaungkan Bupati juga dirasakan oleh sektor kelautan.

“Para nelayan berharap Jepara Mulus tidak hanya mulus di jalur darat. Muara-muara kali di Jepara sebagai akses melaut juga harus ikut mulus,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas muara bukan sekadar urusan teknis pengerukan, tetapi soal keberlangsungan hidup keluarga nelayan pesisir.

Para nelayan berharap pemerintah daerah, dinas terkait, hingga Forkopimda segera turun tangan. Masyarakat pesisir Ujungbatu kini hanya menginginkan satu hal: akses aman untuk melaut.

“Kami berharap ada langkah konkret agar beban nelayan dapat berkurang,” pungkas Romdhoni.

Musim barat di depan mata. Waktu terus berjalan. Dan bagi para nelayan Jepara, setiap pasang air yang terhambat di muara adalah detik-detik tergerusnya penghasilan mereka. Pemerintah daerah kini ditunggu untuk hadir sebelum pendangkalan berubah menjadi krisis.

(Red.)