Tragedi Bocah SD di Grobogan, Tenggelam di Saluran Irigasi Klambu Saat Bermain

Berita, Grobogan1285 Dilihat

GROBOGAN , PortalMuria.com – Seorang bocah perempuan berinisial H (6), murid kelas 1 SDN 3 Klambu, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di saluran irigasi Bendung Klambu di Desa Penganten,Kecamatan Klambu yang memiliki kedalaman sekitar 4 meter,pada hari Jumat (12/9/2025).

Tragedi itu bermula tak lama setelah korban pulang sekolah. Ia sempat mampir ke rumah neneknya di Dusun Kuniran. Usai menaruh tas dan bajunya, korban keluar rumah bersama dua keponakannya, Aira dan Kaisan. Ketika sang nenek kembali membawa baju ganti, ketiga anak itu sudah tidak terlihat.

Tak lama kemudian, Kaisan berteriak histeris meminta tolong. Hanna terpeleset dan tercebur ke saluran irigasi yang arusnya deras. Panik, warga segera melapor ke perangkat desa, hingga informasi diteruskan ke Polsek Klambu.

Kapolsek Klambu, AKP Arif Fachrudin, menjelaskan kronologi nahas itu. Usai pulang sekolah, HHA mampir ke rumah neneknya di Dusun Kuniran, Desa Penganten. Ia meletakkan tas dan bajunya di rumah, sementara neneknya bersiap mengambilkan baju ganti.

Namun, sekejap saja, bocah perempuan itu sudah hilang dari pandangan. Saat nenek kembali, hanya ada suara panik sepupunya yang berteriak meminta pertolongan

“Setelah menerima laporan, kami bersama tim langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pencarian,” ujar Kapolsek Klambu.

Baca Juga : Pemuda Sukolilo Turun Gunung, Bareng Polisi Jaga Perbatasan Pasca Kerusuhan Grobogan

Tim SAR gabungan bersama warga melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Beberapa waktu kemudian, tubuh kecil HN ditemukan tak jauh dari titik awal ia terjatuh.

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Setelah dilakukan pemeriksaan medis dan Inafis, jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tambah Kapolsek.

Air Tenang Memakan Korban

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi warga sekitar. Saluran irigasi yang terlihat tenang ternyata menyimpan bahaya mematikan, terlebih bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan.

Warga berharap pemerintah desa bersama pihak terkait segera memasang pagar pengaman atau rambu peringatan di sekitar lokasi, agar tragedi serupa tidak terulang.

(Red.)