Kasus Penyerangan Desa Ketitangwetan Terungkap, 5 Pelaku Diamankan Polisi

Berita, Pati1545 Dilihat

Pati , PortalMuria.com – Misteri penyerangan brutal di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, akhirnya mulai terungkap. Polisi berhasil membekuk lima pemuda yang diduga kuat sebagai otak sekaligus eksekutor dalam aksi yang sempat membuat warga desa dicekam ketakutan.

Kapolsek Batangan IPTU M. Setiawan memastikan para pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Mereka adalah FA (25), ΜΝΗ (18), MF (25), NA (18), dan ABR (16). Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tiga kaos hitam, satu jaket hoodie hitam, dan satu kaos putih bergaris abu-abu.

“Penangkapan dilakukan di Desa Raci pada Rabu malam, 10 September 2025. Meski awalnya cukup menegangkan, berkat pendekatan persuasif akhirnya para pelaku menyerahkan diri,” ungkap IPTU Setiawan, Jumat (12/9/2025).

Aksi Balas Dendam Berujung Pengeroyokan

Peristiwa penyerangan yang terjadi Sabtu (6/9/2025) pukul 23.30 WIB itu berawal dari aksi balas dendam. Menurut penyelidikan polisi, para pelaku tersulut emosi akibat insiden pelemparan batu yang terjadi sebelumnya.

Dengan mengendarai sepeda motor, gerombolan pemuda itu menghadang siapa pun yang melintas di gapura masuk Desa Ketitangwetan. Pemuda yang kedapatan berasal dari desa tersebut langsung dipukuli. Tak berhenti di sana, mereka nekat masuk lebih dalam ke desa dan kembali melakukan pengeroyokan.

Korban berjumlah tiga orang, yakni Valent Ivan Fadillah (24), Andika Davian Avandi alias Davin (18), dan Peres Misi Bahagia (19). Ketiganya mengalami luka akibat hantaman dan tendangan bertubi-tubi dari kelompok pelaku.

Baca Juga : Malam Mencekam di Pati: Puluhan Pemuda Raci Serbu Ketitangwetan, Empat Luka-Luka

Polisi Janji Tuntaskan Kasus

Pasca penangkapan, polisi langsung memeriksa saksi dan menggelar perkara untuk menjerat para pelaku dengan pasal penganiayaan secara bersama-sama.

“Penyidikan akan kami tuntaskan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri, jangan sampai dendam berulang. Percayakan kasus ini sepenuhnya kepada kepolisian,” tegas IPTU Setiawan.

Warga Harap Ada Efek Jera

Warga Ketitangwetan berharap kasus ini menjadi yang terakhir. Mereka mendesak aparat memberi sanksi tegas agar tak ada lagi aksi balas dendam yang mengorbankan orang tak bersalah.

“Sudah cukup, jangan sampai kampung kami jadi medan tawuran. Anak muda seharusnya membangun desa, bukan merusaknya,” ujar salah satu warga setempat.

Kini, Desa Ketitangwetan kembali berusaha menata ketenangan usai sempat diteror gerombolan pemuda. Polisi pun memastikan akan meningkatkan patroli agar kejadian serupa tak terulang.

(Red.)