Pansus Hak Angket DPRD Pati Disambut Mawar Merah, Simbol Dukungan dan Perlawanan Rakyat

Berita, Pati1743 Dilihat

Pati , PprtalMuria.com – Kedatangan Tim Pansus Hak Angket DPRD Kabupaten Pati usai melakukan kunjungan kerja ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berubah menjadi momen yang tak biasa. Dini hari, Kamis (11/9), puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menyambut mereka dengan bunga mawar merah, simbol dukungan yang elegan, namun sarat makna perlawanan.

Aksi ini bukan sekadar seremoni. Bagi warga, bunga mawar merah adalah pesan kuat: masyarakat tidak diam, mereka ikut mengawal langkah Pansus yang tengah membongkar berbagai persoalan kepemimpinan Bupati Pati.

“Ini bentuk support kami, bahwa masyarakat masih semangat mendukung dan mengawal jalannya Pansus,” tegas Supriyono alias Botok, perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.

Mawar Merah, Isyarat Publik Tak Bisa Diabaikan

Menurut Botok, pemberian bunga tak hanya simbolis, melainkan isyarat keras bahwa masyarakat ingin proses hak angket berjalan transparan, objektif, dan tak mudah diintervensi.

Ia menegaskan, perjalanan Pansus ke Jakarta adalah langkah penting untuk menggali informasi dan klarifikasi atas temuan-temuan yang mengemuka. “Setiap kegiatan Pansus, kami akan hadir. Setiap rapat, kami akan pantau dan kawal,” ucapnya.

Publik Ikut Menentukan Arah

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menegaskan, hak angket bukan semata urusan politik DPRD. Ada kepentingan publik yang harus dijaga, ada suara rakyat yang tak boleh diredam.

Mereka pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusifitas, sembari terus memberi energi positif agar kerja Pansus tidak kehilangan arah.

“Transparansi dan keterbukaan adalah kunci. Kami ingin hasilnya nyata, bukan basa-basi politik,” pungkas Botok.

Dengan bunga mawar merah di tangan rakyat, pesan itu jelas: Pansus tak berjalan sendiri—ada mata, ada suara, dan ada hati masyarakat Pati yang terus mengawal.

(Red.)