Lansia Tewas di Sawah Kudus, Tersengat Jebakan Tikus: Nyawa Melayang demi Padi

Berita, Muria Raya1164 Dilihat

KUDUS , PortalMuria.com – Pagi di Blok Sawah Si Sumur, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, berubah mencekam. Seorang perempuan lanjut usia, Ngaripah (68), warga Desa Blimbing Kidul, ditemukan tak bernyawa di tepi persawahan, Senin (8/9/2025). Tubuhnya kaku dengan bekas luka bakar, diduga akibat tersengat aliran listrik jebakan tikus.

Kisah tragis itu bermula ketika saksi pemilik lahan menyalakan aliran listrik jebakan tikus pada Minggu malam (7/9). Sehari kemudian, sekitar pukul 07.00 WIB, ia mendapati Ngaripah tergeletak dalam posisi terlentang. Tak ada yang bisa dilakukan selain melaporkan ke polisi.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Deni Dwi Noviandi, memastikan korban meninggal karena sengatan listrik.
“Dari hasil pemeriksaan medis, terdapat luka bakar pada tangan, punggung, dan kaki korban. Tidak ada tanda kekerasan, kuat dugaan akibat jebakan listrik,” tegas AKP Deni.

Tim Inafis Polres Kudus bersama tenaga medis Puskesmas Kaliwungu turun ke lokasi. Jenazah kemudian diserahkan ke pihak keluarga. Muhammad Mustofa, anak korban, ikhlas menerima musibah itu dan menolak otopsi lebih lanjut.

Barang bukti berupa pakaian merah milik korban yang gosong di bagian punggung diamankan petugas.

Jerat Tikus yang Menjerat Nyawa

Tragedi ini kembali membuka luka lama. Jebakan listrik sawah sudah lama jadi momok di kalangan petani. Di satu sisi, tikus memang musuh utama padi. Di sisi lain, aliran listrik yang dipasang tanpa standar keselamatan menjelma perangkap maut bagi manusia.

“Faktor keselamatan harus jadi prioritas. Jangan sampai niat mengendalikan hama justru mengorbankan nyawa,” imbau AKP Deni.

Senada dengan itu, Kepala Dusun Jetak, Murihan, mengingatkan agar para petani segera meninggalkan cara berbahaya tersebut.
“Ini tidak boleh dilanjutkan. Kita bisa mencari solusi lain. Nyawa manusia jauh lebih berharga daripada hasil panen,” katanya.

Peringatan untuk Semua

Kasus Ngaripah bukan yang pertama, dan bisa saja bukan yang terakhir bila kebiasaan ini tetap dibiarkan. Kematian tragis lansia ini menjadi peringatan keras: sawah bukan hanya ladang pangan, tetapi juga bisa jadi ladang maut bila dikelola tanpa memperhitungkan risiko keselamatan.

(Red.)