Ketua Pansus Sentil Bupati Pati: “Jangan Samakan Kepala Daerah dengan Nabi Muhammad!”

Pati1504 Dilihat

PATI , PortalMuria.com – Polemik hak angket DPRD Pati makin panas. Ketua Pansus Hak Angket Pemakzulan, Teguh Bandang Waluyo, menanggapi keras pernyataan Bupati Pati Sudewo yang sehari sebelumnya meminta agar pembahasan pansus tidak melebar ke mana-mana.

Dalam pernyataannya di Gedung DPRD Pati, Sabtu (6/9/2025), Bandang terang-terangan menolak perbandingan yang dilontarkan Bupati Sudewo terkait sosok kepala daerah dengan Nabi Muhammad SAW.

“Saya kurang setuju dengan statemen Bupati Sudewo. Kepala daerah bisa salah itu wajar, tapi jangan pernah disandingkan dengan Nabi Muhammad. Itu keliru besar. Kepala daerah ya kepala daerah, jangan dibawa-bawa ke ranah keteladanan Nabi Agung kita,” tegas Bandang dengan nada tinggi.

Bandang menilai ucapan Bupati Sudewo berpotensi menyesatkan publik. Menurutnya, konteks pembahasan pansus adalah soal pemerintahan, bukan ranah spiritual yang kemudian dijadikan tameng.

“Ini kan soal tata kelola pemerintahan, soal transparansi, soal akuntabilitas. Jangan dicampuradukkan dengan hal-hal yang justru membuat pembahasan semakin kabur. Kalau dibilang jangan melebar, ya justru yang melebar itu statmen beliau sendiri,” imbuh Bandang.

Sebelumnya, Bupati Sudewo dalam kesempatan usai Salat Jumat di Masjid Agung Baitunnur (5/9/2025) sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial:

“Jangan karena ini live streaming kemudian dijadikan kesempatan untuk menelanjangi pemerintah. Pemimpin di dunia ini tidak ada yang sempurna, kecuali Nabi Muhammad.”

Pernyataan itu muncul di tengah sorotan publik terkait berbagai kasus, mulai dari pergantian mendadak Kepala Disdikbud Pati, mundurnya Torang Manurung dari kursi Ketua Dewan Pengawas RSUD Soewondo, hingga kasus dugaan kriminalisasi wartawan oleh pengawal pribadi Torang Manurung saat sidang pansus.

Kontroversi ini kian membuktikan bahwa proses hak angket bukan sekadar soal prosedur, melainkan juga medan pertarungan narasi. DPRD ingin fokus menguak persoalan tata kelola pemerintahan, sementara Bupati justru mencoba mengaitkan dengan hal-hal yang dianggap Bandang “keluar jalur”.

Kini, publik menunggu: apakah pansus akan tetap tegak lurus pada mandatnya, atau justru terjebak dalam perdebatan wacana yang makin jauh dari akar masalah.(Red.)