Jakarta , PortalMuria.com — Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Muhammad Herindra, menegaskan situasi Indonesia tetap “aman”, meski rentetan kerusuhan mahasiswa telah mengguncang Jakarta hingga berbagai daerah: Pati, Jepara, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Makassar.
Pernyataan “aman” itu terasa janggal, sebab fakta di lapangan justru menunjukkan kebalikannya: gedung DPRD terbakar, markas polisi dirusak, rumah anggota DPR dijarah, bahkan kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro ikut jadi sasaran massa.
“Dalangnya sedang kami selidiki. Nanti akan kami laporkan kepada Presiden,” kata Herindra usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Kamis (5/9/2025). Namun, ia menolak membuka sedikit pun informasi soal siapa aktor besar di balik kerusuhan berantai itu.
Istana Jadi “Ruang Krisis”
Hari itu, Istana Presiden mendadak seperti ruang krisis. Tidak hanya Kepala BIN, Prabowo juga memanggil Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto.
Aries menyebut Prabowo tengah menyiapkan arahan khusus. “Kalau koordinasi ini kompak, bangsa ini tinggal lepas landas, take off,” ujarnya penuh optimisme, meski publik justru mempertanyakan mengapa negara bisa kecolongan hingga kerusuhan meluas ke banyak kota sekaligus.
Wiranto lebih berhati-hati. “Baru saja menghadap presiden, nanti ada pembicaraan khusus,” katanya singkat.
Dalang, Publik Bertanya
Meski pemerintah menegaskan kondisi aman terkendali, publik tetap menunggu jawaban: siapa yang sesungguhnya berada di balik gelombang kerusuhan yang rapi dan hampir serentak di berbagai kota itu? Apakah sekadar luapan protes mahasiswa, atau ada operasi politik tersembunyi yang sedang dimainkan?
Yang jelas, pernyataan “aman” dari BIN hari ini terasa ironis di tengah asap bekas gedung DPRD yang terbakar dan trauma warga yang kehilangan rumah akibat penjarahan.(Red.)














