JEPARA , PortalMuria.com – Suasana berbeda tampak di Rutan Kelas IIB Jepara, Jum’at (25/7/2025). Puluhan warga binaan dan petugas rutan larut dalam semangat gotong royong. Tanpa sekat dan tanpa seragam dinas, mereka bahu membahu dalam kerja bakti massal membersihkan lingkungan rutan.
Dari menyapu halaman, memangkas semak, hingga merawat tanaman, semua dilakukan bersama. Tak ada sekat status antara petugas dan warga binaan. Yang terlihat hanya satu: kebersamaan dan semangat memperbaiki diri.
Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan bagian dari proses pembinaan menyeluruh.
“Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang nyaman dan sehat. Ini adalah bentuk pembelajaran bahwa tanggung jawab terhadap kebersihan bukan hanya milik petugas, tapi juga seluruh penghuni Rutan,” ujar Renza.
Lebih dari itu, kerja bakti ini juga menjadi medium untuk memperkuat solidaritas, membangun empati, dan memupuk kesadaran sosial warga binaan.
“Bersih-bersih ini bukan hanya soal fisik, tapi juga penyucian diri. Kami ingin membangun karakter mereka lewat aksi nyata, bukan sekadar nasihat,” imbuh salah satu petugas pembinaan.
Respons positif datang dari para warga binaan. Keterlibatan mereka dalam kegiatan ini memberi ruang untuk merasa dipercaya dan dihargai.
“Senang bisa ikut kerja bakti. Rasanya seperti kembali ke masyarakat, ada harapan, ada perubahan,” ucap salah satu warga binaan, matanya berbinar di tengah terik pagi.
Dengan mengusung tema “Lingkungan yang Bersih, Masa Depan yang Cerah”, kegiatan ini menjadi cermin bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari hal besar. Justru dari sapuan sapu, secarik daun kering, dan senyum tulus, pembinaan karakter itu tumbuh.
Rutan Jepara membuktikan, bahwa di balik jeruji, harapan tetap bisa tumbuh. Kerja bakti ini bukan sekadar bersih-bersih lingkungan, tapi juga upaya membersihkan stigma, memperbaiki masa lalu, dan menyiapkan langkah baru menuju masa depan.(Red.)














