Kelelawar FC Buktikan Sepak Bola Tak Sekadar Soal Lapangan, Gelar Donor Darah dan Khitan Massal Gratis

Berita, JAWA TENGAH83 Dilihat

PORTALMURIA.com, SEMARANG – Kelelawar FC kembali menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya tentang pertandingan, kemenangan dan gelar juara. Di luar lapangan, klub tersebut mulai menegaskan kepeduliannya melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Hal itu terlihat dalam kegiatan bakti sosial donor darah yang digelar Kelelawar FC di Masjid Al-Muhajirin, Perum Bumi Babadan Permai (Niti Buana), RW 12, Kelurahan Beji, Semarang, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program sosial Kelelawar FC dengan mengusung semangat “Untuk Sesama, Untuk Negeri”. Selain donor darah, Kelelawar FC juga telah menyiapkan agenda khitan massal gratis pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Kegiatan khitan massal tersebut diperuntukkan bagi masyarakat dengan kuota terbatas. Peserta mendapatkan sejumlah fasilitas, mulai dari uang saku, seperangkat baju muslim, pemeriksaan kesehatan gratis hingga snack dan minuman.

Salah satu tokoh yang memberikan tanggapan terhadap kegiatan tersebut, Dr. H. Imam Sumarjo, M.Kes., menilai kegiatan sosial Kelelawar FC merupakan bentuk nyata dari semangat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan donor darah dan khitan massal merupakan bagian dari program Kelelawar FC yang tidak kalah penting dibandingkan aktivitas klub di bidang sepak bola.

“Menjadi orang yang baik adalah orang yang bermanfaat kepada orang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan sosial Kelelawar FC sebelumnya juga telah menyasar sejumlah tempat, termasuk panti asuhan di wilayah Kendal dan Semarang.

Menurut Imam, kegiatan semacam itu bukan hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi.

“Ini program dari Kelelawar FC untuk bersama masyarakat, menyambung silaturahmi dan menolong orang yang memang membutuhkan,” katanya.

Ia berharap Kelelawar FC ke depan dapat berkembang semakin besar dan memiliki sekretariat maupun cabang di sejumlah wilayah.

Namun, menurutnya, perkembangan tersebut harus tetap dibarengi dengan konsistensi menjalankan kegiatan sosial.

Imam juga mendorong agar kegiatan donor darah tidak berhenti pada satu agenda saja.

Ia berharap Kelelawar FC dapat menjadikannya sebagai kegiatan rutin, bahkan bila memungkinkan dilaksanakan setiap tahun dengan lokasi yang berbeda.

“Insyaallah kalau memang ada, kita siapkan rencana selanjutnya. Mungkin setiap tahun berganti-ganti tempat,” ujarnya.

Dalam kegiatan kali ini, panitia menargetkan sekitar 50 pendonor. Namun hingga pelaksanaan berlangsung, jumlah peserta yang tercatat sementara mencapai 32 orang.

Kondisi tersebut tidak lepas dari kesibukan masyarakat menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI yang bertepatan dengan berbagai kegiatan di lingkungan masing-masing.

Imam juga menyampaikan  kegiatan donor darah ini bekerja sama dengan PMI Salatiga, terutama karena pertimbangan zona atau wilayah yang dinilai lebih dekat dengan lokasi kegiatan.

Menurutnya, kerja sama dengan lembaga donor darah yang memiliki jangkauan wilayah lebih dekat dapat menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan dalam agenda berikutnya.

Imam mengajak masyarakat yang selama ini masih ragu untuk mendonorkan darah agar tidak takut.

Ia menjelaskan, masyarakat yang telah memenuhi persyaratan kesehatan dapat berpartisipasi dalam donor darah sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, donor darah bukan hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi bentuk amal dan kepedulian terhadap sesama.

“Darah yang kita donorkan akan sangat berguna bagi masyarakat yang memang membutuhkan,” tuturnya.

Ia secara khusus mengajak masyarakat dengan golongan darah tertentu yang kebutuhannya dapat tinggi untuk ikut berpartisipasi. Namun, ia mengingatkan bahwa masyarakat tetap perlu mengikuti ketentuan medis dan pemeriksaan petugas donor darah mengenai kelayakan serta kecocokan darah.

“Kalau kita mendonorkan darah, kita ikut menyelamatkan jiwa seseorang,” katanya.

Sementara itu, Pak Har, selaku pembina Kelelawar FC, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan ruang dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada anggota serta panitia yang telah bekerja mempersiapkan kegiatan.

Menurutnya, kegiatan seperti donor darah menjadi bukti bahwa keberadaan Kelelawar FC di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.

Dukungan berbagai pihak dinilai menjadi modal penting agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Tanggapan positif juga disampaikan Laila Zahra. Ia mengaku senang melihat kegiatan donor darah dapat digelar di kawasan Perumahan Niti Buana.

Menurut Laila, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat setempat cukup aktif dan memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial.

“Senang banget ada donor darah di Perumahan Niti Buana ini. Artinya warganya aktif, kegiatannya juga banyak dan ini sangat bermanfaat buat masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai donor darah merupakan misi kemanusiaan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang, terutama mereka yang membutuhkan transfusi darah.

Laila pun mengajak masyarakat yang masih takut mendonorkan darah agar tidak menjadikan jarum sebagai alasan untuk mengurungkan niat.

“Jangan takut, jangan takut jarum, karena manfaatnya sangat bagus, baik untuk yang mendonorkan maupun untuk yang membutuhkan darah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa setetes darah yang diberikan melalui prosedur donor dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain.

“Status darah kita sangat berguna bagi mereka yang membutuhkan darah. Ayo, donor darah,” ajaknya.

Rangkaian kegiatan Kelelawar FC tersebut memperlihatkan upaya klub untuk membangun identitas yang lebih luas. Sepak bola menjadi pintu masuk untuk membangun persaudaraan, sementara kegiatan sosial menjadi ruang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Setelah donor darah pada 15 Agustus, Kelelawar FC akan kembali menggelar kegiatan sosial melalui khitan massal gratis pada 22 Agustus 2026 di lokasi yang sama, Masjid Al-Muhajirin.

Dengan agenda tersebut, Kelelawar FC ingin membuktikan bahwa kemenangan tidak selalu dihitung dari skor di papan pertandingan.trofi adalah simbol kemenangan, sementara kepedulian adalah warisan yang bisa dirasakan banyak orang.

Ada kemenangan lain yang mungkin tidak tercatat dalam statistik sepak bola: ketika keberadaan sebuah klub mampu membuat orang lain merasa terbantu.

(Red.)