Portal Muria – 21 April 2026 | Jérémy Doku, pemain sayap kanan asal Belgia yang berusia 22 tahun, kembali mencuri sorotan dalam laga Premier League pekan ini. Penampilannya yang dinamis bersama Manchester City pada pertandingan melawan Arsenal menjadi bukti bahwa sang pemain muda kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi andalan Pep Guardiola.
Di laga penentuan posisi juara melawan Arsenal, City menampilkan formasi 4-3-3 dengan Doku menempati posisi sayap kanan. Bersama rekan sejawatnya, Erling Haaland, serta gelandang kreatif Bernardo Silva, Doku memberikan kecepatan dan kreativitas yang diperlukan untuk menembus pertahanan lawan. Meskipun Arsenal menurunkan Rayan Cherki di posisi serupa, Doku berhasil mencuri perhatian dengan dribbling tajam dan beberapa umpan terobosan yang mengancam.
Statistik pertandingan menunjukkan Doku mencatat tiga kali tembakan ke arah gawang, dua di antaranya berada di dalam kotak penalti, serta empat kali umpan silang yang mencapai area lawan. Salah satu umpan tersebut menjadi bahan kerja bagi Haaland, yang akhirnya menyumbang gol kemenangan bagi City. Performa ini menegaskan peran vital Doku dalam menghubungkan lini tengah dan serangan, serta menambah dimensi serangan balasan cepat City.
Setelah laga melawan Arsenal, fokus selanjutnya bergeser ke pertandingan kandang melawan Burnley di Turf Moor. Burnley yang berada di zona degradasi dengan poin 20 akan berusaha mengamankan tiga poin penting untuk menghindari relegasi. City, yang menumpuk 67 poin dan berada di posisi runner-up, harus tetap konsisten untuk menutup jarak dengan pemuncak klasemen. Pada lineup yang diumumkan, Doku kembali menjadi pilihan utama di sayap kanan, menandakan kepercayaan penuh manajer terhadap kemampuan penyerang muda ini.
Berikut adalah perkiraan susunan pemain Manchester City pada laga melawan Burnley:
- Gigi Donnarumma (kiper)
- Matheus Nunes, Abdukodir Khusanov, Marc Guéhi, Nico O’Reilly (bek)
- Rodri, Bernardo Silva, Ilkay Gündogan (gelandang)
- Rayan Cherki, Jérémy Doku, Erling Haaland (penyerang)
Dengan formasi serupa, City diharapkan dapat memanfaatkan kecepatan Doku untuk menekan pertahanan Burnley yang cenderung lebih lambat.
Pengamat tak hanya menyoroti kecepatan Doku, tetapi juga evolusi taktiknya di bawah asuhan Guardiola. Doku kini lebih terlibat dalam proses build‑up, tidak hanya menjadi alat penyerang cepat, namun juga membantu mengatur ritme permainan di sisi kanan. Hal ini terlihat jelas pada pertandingan melawan Arsenal, di mana ia beberapa kali turun ke lini tengah untuk menerima bola, mengalirkan permainan, dan menciptakan ruang bagi rekan-rekannya.
Selain kontribusi di lapangan, Doku juga menjadi sorotan media sosial. Video highlight aksinya sering dibagikan oleh penggemar, menambah popularitasnya baik di Inggris maupun Belgia. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja kerasnya di akademi Anderlecht serta pengalaman singkatnya bersama Rennes sebelum bergabung ke City pada musim panas lalu.
Menatap ke depan, Doku memiliki tantangan besar. Jika City dapat mengamankan tiga poin melawan Burnley, mereka akan semakin dekat dengan gelar juara. Namun, tekanan akan tetap tinggi, mengingat Arsenal masih menjadi pesaing utama. Doku harus terus menunjukkan konsistensi, baik dalam mencetak gol maupun memberikan assist, untuk mempertahankan posisi dirinya sebagai pemain kunci dalam skuad.
Secara keseluruhan, penampilan Jérémy Doku selama dua pekan terakhir menegaskan bahwa ia bukan sekadar pemain sayap tambahan, melainkan aset strategis bagi Manchester City. Dengan kecepatan, kemampuan dribbling, dan peningkatan visi permainan, Doku siap menjadi bintang muda yang membantu City meraih gelar Premier League dan menambah daftar prestasinya di level tertinggi sepak bola Eropa.








