AZ Alkmaar Guncang Piala KNVB 2025/26: Kemenangan 5-1 atas NEC dan Tantangan Kontrak Echteld

Olahraga22 Dilihat

Portal Muria – 21 April 2026 | AZ Alkmaar mengukir sejarah baru pada Minggu (19/4/2026) dengan mengalahkan NEC Nijmegen 5-1 di final Piala KNVB 2025/26 yang digelar di Stadion Feijenoord, Rotterdam. Kemenangan telak ini menambah koleksi gelar Piala Belanda klub menjadi lima kali, sekaligus menjamin tiket ke Liga Europa musim depan. Dominasi AZ terlihat sejak menit ke-32 ketika Mees de Wit mencetak gol pembuka setelah menerima umpan tarik dari Ro‑Zangelo Daal.

Serangan AZ terus mengalir pada babak kedua. Pada menit ke‑67, Sven Mijnans menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan terobosan Kees Smit dan menaklukkan kiper Jasper Cillessen. Tak lama kemudian, Peer Koopmeiners menambah angka menjadi 3-0 dengan memanfaatkan umpan panjang dari Troy Parrott. NEC sempat memperkecil selisih lewat sundulan Koki Ogawa dari tendangan corner, namun momentum itu tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan.

Menjelang akhir laga, Kees Smit menambah gol keempat lewat sepakan lob dari dalam kotak penalti pada masa injury time. Pesta gol AZ ditutup oleh Troy Parrott yang memanfaatkan bola muntah di detik‑detik terakhir, memastikan skor akhir 5-1. Dengan hasil tersebut, AZ tidak hanya menegaskan superioritasnya pada malam itu, tetapi juga menambah catatan impresif dalam kompetisi domestik.

  • Mees de Wit (menit 32)
  • Sven Mijnans (menit 67)
  • Peer Koopmeiners (menit 71)
  • Kees Smit (injury time)
  • Troy Parrott (menit 88)

Di luar sorotan lapangan, manajer interim AZ, Leeroy Echteld, menjadi topik hangat. Kenneth Perez, mantan gelandang AZ asal Denmark, menilai klub sebaiknya menawarkan kontrak satu tahun kepada Echteld. “Berikan saja dia kontrak satu tahun,” kata Perez dalam acara Voetbalpraat, mencontoh keputusan FC Twente yang memberi John van den Brom kontrak singkat. Perez menambahkan bahwa banyak klub menunda perpanjangan kontrak, sehingga AZ dapat meniru pendekatan Twente untuk memastikan Echteld tetap berada di klub setidaknya satu musim ke depan.

Pendapat Perez mendapatkan dukungan dari pemain senior Jordy Clasie. “Saya bilang dia harus tetap di sini, tapi pada akhirnya bukan keputusan saya,” ujar Clasie kepada manajemen, menegaskan bahwa kehadiran Echteld telah mengembalikan semangat dan energi tim setelah periode yang terasa “setengah terbaring di tanah”. Clasie menilai Echteld telah memaksimalkan potensinya hingga akhir musim, dengan empat pertandingan tersisa.

Sementara itu, gelar juara juga menyoroti performa individual pemain AZ. Sven Mijnans, yang mencetak gol penting pada final, dipuji oleh Valentijn Driessen dalam sebuah podcast. Driessen menyatakan Mijnans layak masuk ke skuad tim nasional Belanda, menekankan kreativitas, stamina, dan kontribusi golnya sebagai nilai tambah bagi Oranje. Menurut Driessen, jika pelatih timnas Ronald Koeman memberikan kesempatan, Mijnans dapat menjadi opsi utama di lini tengah.

Kemenangan ini sekaligus menambah beban mental bagi NEC Nijmegen, yang kini mencatatkan rekor enam final Piala Belanda berujung kekalahan. Meski peluang emas sempat muncul pada menit ke‑14 lewat tembakan Noe Lebreton yang melebar tipis, NEC tak mampu mengubah alur pertandingan. Catatan sejarah ini menegaskan bahwa AZ tidak hanya meraih trofi, tetapi juga menegaskan dominasi mereka dalam kompetisi piala domestik.

Dengan gelar keempat di dekade ini, AZ Alkmaar menunjukkan konsistensi dalam mengelola taktik, memanfaatkan pemain muda, dan menyiapkan strategi kontrak yang fleksibel. Keberhasilan di atas lapangan dipadukan dengan keputusan manajerial yang bijak dapat menjadi model bagi klub-klub Eredivisie lainnya dalam menghadapi dinamika pasar transfer dan persaingan domestik.