Sragen, PortalMuri — Puskesmas Tangen meluncurkan inovasi KEPITING PASTA (Kalender Pemantauan Gizi Stunting Puskesmas Tangen) sebagai langkah nyata untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya. Inovasi ini melibatkan kader Posyandu dalam pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin dan terjadwal.
Data tahun 2022 mencatat ada 117 balita stunting dari 1.311 anak di wilayah Puskesmas Tangen. Melihat kondisi itu, tim kesehatan memutuskan untuk menguatkan peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pemantauan gizi di desa.
dr. Nuning Ekowati, Kepala Puskesmas Tangen, menjelaskan bahwa inovasi ini menekankan kolaborasi antar pihak. “Stunting tidak bisa ditangani sendiri. Kader Posyandu kini punya peran penting untuk memantau langsung kondisi balita secara berkala dan terkoordinasi dengan bidan desa,” ujarnya.
Setiap kader dibekali buku pemantauan yang mencatat data pertumbuhan dan perkembangan anak. Hasil pemantauan dilaporkan ke bidan desa melalui WhatsApp atau telepon, lalu diteruskan ke petugas gizi Puskesmas. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan.
Selain teknis yang mudah diterapkan, KEPITING PASTA juga mendorong peran aktif masyarakat. Kader yang sebelumnya pasif kini menjadi motor utama dalam memantau dan mencegah stunting sejak dini.
Lewat program ini, Puskesmas Tangen membuktikan bahwa upaya sederhana berbasis komunitas bisa membawa dampak besar dalam menekan angka stunting dan menyelamatkan masa depan anak-anak desa. (kh)








