Portal Muria – 20 April 2026 | Stadion Utama Sumatera Utara menjadi saksi bisu pertarungan sengit pada Minggu, 19 April 2026, ketika PSMS Medan menumpas Sriwijaya FC 1-0 dalam laga yang menandai Derbi Andalas sekaligus bagian dari pekan ke-25 Pegadaian Championship 2025-2026. Gol tunggal yang diraih Felipe Cadenazzi pada menit ke-4 menjadi penentu, namun kemenangan ini tidak datang tanpa drama. Kedua tim terpaksa bermain dengan sepuluh pemain masing‑masing setelah wasit Subro Malisi mengeluarkan kartu merah untuk Antoni Putro Nugroho (PSMS) pada menit ke‑46 dan Fadil Rendian (Sriwijaya) pada menit ke‑52.
Serangan cepat Cadenazzi memanfaatkan umpan silang akurat dari Clayton di sisi kiri, menembus pertahanan Sriwijaya yang tampak kebingungan. Setelah gol tercipta, PSMS Medan menurunkan taktik bertahan yang disiplin, menahan serangan balik lawan selama sisa babak pertama. Di babak kedua, tekanan Sriwijaya berkurang drastis, sementara PSMS memanfaatkan keunggulan numerik untuk mengontrol lini tengah.
Hasil ini menambah catatan penting bagi PSMS Medan yang sebelumnya mengalami tiga kekalahan beruntun dan dua hasil imbang dalam dua bulan terakhir. Kemenangan pertama ini tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga menempatkan Ayam Kinantan pada posisi ke‑7 klasemen sementara, menegaskan ambisi mereka untuk kembali meraih tiket promosi ke Liga 1. Sebaliknya, Sriwijaya FC semakin terpuruk di dasar klasemen Grup 1 dengan hanya mengumpulkan dua poin dari lima puluh lima pertandingan, mencatat rekor suram 23 kali kalah dan kebobolan 86 gol.
Sementara PSMS berjuang mengukir tiket promosi, klub lain di Liga 2 juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengamankan posisi puncak. Garudayaksa FC, yang berada dua poin di belakang pemimpin sementara Adhyaksa FC, menatap peluang emas untuk menyusul puncak klasemen. Pada pekan yang sama, Garudayaksa FC dijadwalkan menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion H. Dimurthala pada pukul 20.30 WIB. Jika berhasil mengamankan tiga poin, mereka akan melampaui Adhyaksa FC yang baru saja tersungkur 1-3 oleh FC Bekasi City, dan mengklaim kepemimpinan grup.
Pelatih Widodo Cahyono Putro menegaskan pentingnya konsistensi dan ketangguhan mental dalam menghadapi Persiraja, sebuah tim yang dikenal produktif dengan lima gol dalam dua laga terakhir. “Kami harus menghormati kemampuan lawan, terutama Fitra Ridwan yang mampu menembak dari jarak jauh,” ujar Widodo dalam konferensi pers pra‑pertandingan. Kapten Garudayaksa, Andik Vermansah, yang pernah memperkuat Persiraja selama dua musim, menambahkan tekadnya untuk memberikan kontribusi maksimal bagi klub barunya.
Di luar persaingan di Grup 1, Nusantara United FC mengumumkan ambisi besar untuk mengangkat timnya ke Liga 1 pada musim 2024/2025. Manajemen klub, dipimpin oleh El Rumi Garda, menyoroti rekrutmen pemain asing dan promosi pemain muda dari akademi sebagai kunci peningkatan kualitas. Penambahan veteran Supardi Nasir, mantan kapten Persib Bandung, diharapkan menjadi mentor bagi generasi muda yang kini berjumlah tujuh hingga delapan pemain yang dipromosikan ke tim utama.
El Rumi menegaskan bahwa strategi ini tidak sekadar meningkatkan kualitas teknis, tetapi juga menyiapkan tim untuk tantangan mental di Liga 2 yang kompetitif. “Kami telah menyiapkan fasilitas latihan di Stadion Kebo Giro, Boyolali, dan menunggu dukungan suporter untuk menggerakkan tim ke arah promosi,” jelasnya. Target utama klub tetap jelas: mengamankan tempat di Liga 1 melalui performa konsisten dan pencapaian poin maksimal.
Berikut rangkuman poin penting pekan ke-25 Liga 2:
- PSMS Medan 1-0 Sriwijaya FC (Gol: Felipe Cadenazzi, menit 4). Kedua tim bermain dengan 10 pemain setelah kartu merah masing‑masing.
- Garudayaksa FC menyiapkan laga tandang melawan Persiraja Banda Aceh; peluang untuk melampaui pemimpin grup.
- Nusantara United FC mengoptimalkan skuad dengan pemain asing, veteran Supardi Nasir, serta promosi pemain muda.
- Sriwijaya FC berada di dasar klasemen Grup 1 dengan 2 poin, berpotensi terdegradasi ke Liga 3.
Secara keseluruhan, pekan ini menegaskan betapa dinamisnya kompetisi Liga 2 Indonesia. Dari drama kartu merah yang mempengaruhi taktik, hingga ambisi klub-klub yang berusaha menembus papan atas, setiap pertandingan menambah lapisan cerita yang menegangkan bagi para pendukung. Bagi PSMS Medan, kemenangan melawan rival lama bukan hanya sekadar tiga poin, melainkan juga suntikan moral untuk melanjutkan perjuangan menuju promosi. Garudayaksa FC dan Nusantara United FC, di sisi lain, menyiapkan strategi jangka panjang yang menggabungkan pengalaman veteran dan energi muda, menandai era baru persaingan ketat di puncak klasemen. Dengan sisa musim yang masih panjang, para tim harus terus menajamkan performa, mengelola disiplin pemain, dan memanfaatkan peluang poin bila tersedia. Hanya mereka yang mampu menjaga konsistensi dan mengatasi tekanan akan mengukir tiket ke Liga 1 pada akhir musim ini.








