Portal Muria – 19 April 2026 | Dalam laga penentuan Grup H Copa Sudamericana yang digelar pada hari Kamis, Red Bull Bragantino berhasil mengukir kemenangan pertama mereka di kompetisi tersebut dengan mengalahkan tim asal Bolivia, Blooming, melalui skor 3-2. Pertandingan yang berlangsung di Estádio Nabi Abi Chedid, Bragança Paulista, menyajikan aksi penuh tensi, terutama pada menit-menit akhir ketika Isidro Pitta mencetak gol penentu lewat sundulan pada tambahan waktu.
Awal pertandingan dimulai dengan Bragantino menguasai bola lebih dominan, tercermin dari persentase penguasaan 55% dibandingkan 45% milik Blooming. Tim tuan rumah menekan lawan dengan intensitas tinggi, menghasilkan 26 tembakan, jauh melampaui 13 tembakan yang dicatat oleh Blooming. Tekanan tersebut berbuah pada menit ke-20 ketika Fernando berhasil mengeksekusi tendangan penalti menjadi gol pertama bagi Bragantino.
Namun, dominasi Bragantino sempat terganggu pada pertengahan babak pertama ketika Ignacio Sosa menerima kartu merah kedua kalinya setelah aksi keras terhadap pemain lawan, memaksa timnya bermain dengan sepuluh pemain. Meskipun demikian, Blooming memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mencetak gol balasan pada menit ke-30, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Setelah jeda istirahat, Bragantino kembali bangkit. Pada menit ke-55, Isidro Pitta membuka skor kedua untuk tim asuhan Vagner Mancini, memanfaatkan peluang dari serangan balik cepat. Blooming tak tinggal diam, dan melalui serangan terkoordinasi, mereka menyamakan kedudukan kembali pada menit ke-70 lewat gol dari pemain sayap mereka, menjadikan skor 2-2.
Ketegangan memuncak pada menit tambahan akhir babak kedua. Dalam satu serangan yang menegangkan, Pitta kembali menjadi penentu nasib pertandingan dengan sundulan akurat yang melibas gawang Blooming pada menit ke-92, memberikan keunggulan 3-2 kepada Bragantino. Gol tersebut tidak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga menandai kemenangan pertama tim dalam fase grup Copa Sudamericana.
Berikut adalah ringkasan posisi sementara Grup H setelah pertandingan ini:
| Posisi | Tim | Poin | Selisih |
|---|---|---|---|
| 1 | River Plate | 4 | +2 |
| 2 | Bragantino | 3 | +1 |
| 3 | Carabobo | 3 | 0 |
| 4 | Blooming | 0 | -3 |
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Bragantino, yang masih berjuang menemukan konsistensi di Campeonato Brasileiro Série A. Dalam kompetisi domestik, tim Vagner Mancini menempati posisi kesembilan dengan 14 poin dari 11 laga, menandai performa yang relatif stabil meski masih mengalami fluktuasi. Di sisi lain, Blooming harus menerima hasil pahit ini, yang menempatkan mereka di dasar klasemen grup dengan peluang melaju yang sangat tipis.
Selain pencapaian di lapangan, Bragantino juga mencatat catatan disiplin yang mengkhawatirkan. Tim asuhan Mancini telah mengumpulkan 22 kartu kuning dalam 11 pertandingan liga, terbanyak di antara semua tim. Insiden kartu merah terhadap Ignacio Sosa menambah catatan disiplin yang harus diperbaiki jika tim ingin melaju lebih jauh di ajang internasional.
Di luar lapangan, Bragantino harus mengatasi beberapa absensi penting. Penyerang utama Eduardo Sasha masih terbaring di luar lapangan akibat cedera pergelangan kaki, sementara Davi Gomes mengalami cedera ligamen krusial yang mengharuskannya absen hingga akhir tahun. Penjaga gawang Fabricio juga mengalami keseleo pergelangan kaki, tanpa tanggal kepulangan yang pasti. Dua pemain tambahan, Guzman Rodriguez dan Vanderlan, juga dinyatakan tidak dapat bermain pada pertemuan berikutnya.
Secara keseluruhan, kemenangan 3-2 atas Blooming menandai titik balik bagi Bragantino dalam kompetisi internasional, sekaligus menambah kepercayaan diri menjelang laga domestik selanjutnya. Namun, tantangan tetap ada, baik dalam menjaga disiplin di lapangan maupun mengatasi permasalahan cedera yang menimpa skuad utama. Penampilan Pitta yang berperan krusial dalam dua gol penting menegaskan nilai pentingnya pemain muda dalam strategi ofensif tim.
Jika Bragantino dapat mempertahankan momentum ini, meningkatkan konsistensi di liga, dan mengelola masalah disiplin serta cedera, mereka berpotensi melaju lebih jauh di Copa Sudamericana serta memperbaiki posisi mereka di klasemen Serie A. Sementara Blooming harus segera bangkit dari kekalahan ini, memperbaiki pertahanan, dan mencari cara untuk kembali bersaing di grup yang kini didominasi oleh River Plate.








