Portal Muria – 18 April 2026 | Jumat, 17 April 2026 – Di pinggir Jalan Nasional Purworejo‑Jogja, tepat di wilayah Desa Palihan, Temon, Kulonprogo, bos rokok HM Suryodiputra, yang lebih dikenal sebagai Muhammad Suryo, memimpin peletakan batu pertama sebuah masjid baru. Upaya ini menjadi simbol penghormatan kepada almarhumah istrinya, Anis Syarifah, yang meninggal dunia pada kecelakaan fatal 1 Maret 2026 di lokasi yang sama.
Kecelakaan tersebut melibatkan Suryo yang membonceng istrinya serta warga setempat, Abdullah dan putranya Deva. Dalam insiden itu, Anis Syarifah meninggal di tempat, sementara Suryo, Abdullah, dan Deva mengalami luka berat. Empat puluh tujuh hari setelah tragedi, Suryo kembali ke lokasi dengan tekad mengubah duka menjadi berkah bagi masyarakat sekitar.
Masjid yang akan dibangun diberi nama Masjid Hj Anis Syarifah. Keunikan lain muncul ketika jalan desa di pertigaan sebelah masjid dinamai Jalan KH Moh Yunus Anis, menambah makna takdir dalam proyek ini. Suryo menegaskan bahwa nama jalan dan masjid yang serupa merupakan anugerah Allah SWT, serta mengajak warga untuk memaknai simbolisme tersebut.
Desain masjid dipublikasikan oleh Suryo melalui akun Instagram @muhammad.surya.yk. Bangunan seluas 1.500 meter persegi mengusung gaya modern dengan atap limasan dan fasad melengkung. Sebuah menara tinggi menjulang dengan lafadz “Allah” terukir di pucuknya, memberikan kesan megah sekaligus spiritual. Berikut adalah poin‑poin utama desain:
- Atap limasan bergaya kontemporer yang menyatu dengan elemen tradisional.
- Fasad melengkung yang menambah estetika visual serta meningkatkan pencahayaan alami.
- Menara utama dengan tulisan lafadz Allah sebagai simbol keagamaan.
- Luas lahan 1.500 m², memungkinkan area sholat luas dan fasilitas pendukung.
Suryo menegaskan bahwa masjid ini bukanlah tempat ibadah eksklusif, melainkan diwakafkan untuk kepentingan umum. “Saya ingin masjid ini bermanfaat untuk banyak orang, saya sudah menganggap Pak Abdullah dan semua masyarakat desa Palihan sebagai keluarga saya. Mari bersama merawat masjid ini agar makmur dan bermanfaat,” ujar Suryo dengan mata berkaca‑kaca.
Acara peletakan batu pertama dihadiri ratusan warga Desa Palihan, termasuk Surati Julia Wijayanti, istri Abdullah. Surati mengungkapkan rasa syukurnya atas perubahan yang terjadi: “Saya tak menyangka, duka akibat kecelakaan yang menimpa suami dan anaknya kini malah mendatangkan berkah bagi masyarakat desa. Pak Suryo telah membantu kami secara finansial, termasuk biaya pengobatan, pendidikan, hingga kebutuhan sehari‑hari,” kata Surati.
Setelah kecelakaan, Abdullah dan Deva menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Berkat bantuan Suryo, mereka kini telah pulang dan menjalani rawat jalan. Kesehatan mereka menunjukkan perbaikan signifikan, dan mereka rutin melakukan kontrol mingguan.
Masjid Hj Anis Syarifah diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial di wilayah Kulonprogo. Suryo mengharapkan masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga ruang edukasi dan solidaritas antarwarga. Ia menambahkan, “Masjid ini adalah surat cinta saya untuk almarhumah istri saya, dan semoga setiap doa yang dipanjatkan di sini menjadi doa keselamatan bagi semua.”
Dengan proyek ini, Suryo menegaskan kembali tanggung jawab sosialnya sebagai seorang pengusaha. Ia melihat pembangunan masjid sebagai wujud nyata kepedulian terhadap korban kecelakaan dan keluarga mereka, sekaligus upaya menebus kesalahan yang tidak disengaja.
Ke depan, pembangunan diperkirakan selesai dalam enam bulan, dengan target dibuka untuk umum pada akhir tahun 2026. Seluruh proses konstruksi dijalankan oleh kontraktor lokal, memberikan peluang kerja bagi penduduk setempat.
Melalui inisiatif ini, tragedi yang dulu menjadi kenangan pahit kini berubah menjadi titik tolak kebaikan bagi seluruh komunitas. Kebaikan yang berakar dari cinta, rasa tanggung jawab, dan keinginan untuk menjadikan duka sebagai berkah.








