Drama 42 Tahun! Nottingham Forest Guncang Porto, Lolos Semifinal Europa League

Olahraga41 Dilihat

Portal Muria – 17 April 2026 | City Ground kembali menjadi saksi bisu sebuah kisah epik pada Jumat, 17 April 2026 dini hari WIB. Pada laga leg kedua perempat final Liga Europa 2025/2026, Nottingham Forest menumpangkan harapan besar untuk mengakhiri penantian 42 tahun menembus semifinal kompetisi Eropa. Pertandingan yang digelar di kandang Merseyside ini mempertemukan tim asuhan Francesco Farioli melawan raksasa Portugal, FC Porto, yang dipimpin Vitor Pereira.

Setelah menutup leg pertama di Estádio do Dragão dengan skor imbang 1-1, kedua tim memasuki babak kedua dengan tekanan yang sama. Forest, yang didukung sorak sorai ribuan suporter di City Ground, mengandalkan serangan cepat dan kreativitas lini tengah. Di sisi lain, Porto mengandalkan organisasi permainan matang serta serangan balik yang mematikan, mengingat mereka telah mencetak gol dalam 33 dari 34 pertandingan terakhir di luar negeri.

Dalam laga yang diprediksi ketat, Morgan Gibbs-White muncul sebagai pahlawan bagi The Tricky Trees. Pada menit ke-38, ia berhasil memecah kebuntuan dengan tembakan jarak menengah yang menembus jaring gawang Diogo Costa, memberikan keunggulan pertama bagi Forest. Gol tersebut tidak hanya menambah semangat suporter, tetapi juga menandai momen penting dalam perjalanan 42 tahun yang lama menunggu keberhasilan di panggung Eropa.

Porto tidak tinggal diam. Memanfaatkan kelemahan pertahanan Forest yang hanya mencatat dua clean sheet dalam sepuluh laga terakhir, mereka menyerang balik dengan intensitas tinggi. Pada menit ke-71, William Gomes menyamakan kedudukan setelah menerima umpan terobosan dari Victor Froholdt. Gol penyama tersebut menambah ketegangan, memaksa kedua tim berjuang hingga peluit akhir.

Statistik pertandingan menunjukkan keseimbangan yang mencolok. Kedua tim mencatatkan lebih dari dua gol dalam total lima pertemuan terakhir mereka di kompetisi Eropa, dan persentase tembakan ke gawang berada di atas 55 persen. Sementara Forest menampilkan keunggulan di penguasaan bola (57 persen), Porto menonjol dalam akurasi tembakan (48 persen). Kekuatan Porto terletak pada kecepatan serangan balik, sedangkan Forest mengandalkan tekanan tinggi dan pergerakan lateral yang dinamis.

  • Skor Akhir: Nottingham Forest 1-1 FC Porto (hasil agregat 2-2, Forest melaju lewat away goals)
  • Pencetak Gol: Morgan Gibbs-White (Forest), William Gomes (Porto)
  • Man of the Match: Morgan Gibbs-White (Forest)
  • Pelatih: Francesco Farioli (Forest), Vitor Pereira (Porto)

Keberhasilan Forest tidak lepas dari performa solid dalam lima pertandingan terakhir mereka di liga domestik, termasuk kemenangan penting melawan Tottenham. Meskipun lini depan masih mencari konsistensi, penampilan Gibbs-White memberi bukti bahwa potensi serangan Forest mampu bersaing dengan tim-tim elit Eropa.

Porto, yang saat itu sedang berada di puncak Liga Portugal dan tidak terkalahkan dalam delapan laga terakhir, menunjukkan bahwa meskipun kehilangan striker andalan Samu Aghehowa dan Luuk de Jong karena cedera, mereka tetap berbahaya. Kreativitas pemain seperti Veiga dan Froholdt menjadi faktor penentu dalam menciptakan peluang.

Dengan hasil imbang 1-1 pada leg pertama, kemenangan tunggal di leg kedua menjadi krusial. Namun, peraturan away goals kembali memberi keuntungan bagi Forest, yang mencetak gol penting di tanah asing pada pertemuan pertama. Keputusan wasit, yang menegakkan dua kartu kuning terhadap pemain Porto, menambah dinamika pertandingan dan menegaskan betapa ketatnya duel ini.

Prediksi pra-pertandingan dari beberapa analis menyoroti tiga skenario utama: kemenangan Porto atau hasil imbang, kedua tim mencetak gol, serta total gol lebih dari 2,5. Semua prediksi tersebut terbukti tepat, menegaskan bahwa pertandingan ini memang diprediksi akan menjadi pertarungan sengit dengan banyak gol.

Setelah menutup babak perempat final dengan hasil ini, Nottingham Forest melaju ke semifinal Liga Europa, mengukir sejarah baru bagi klub yang belum pernah menembus fase tersebut sejak era 1984. Kemenangan ini tidak hanya menambah kebanggaan bagi para pendukung, tetapi juga menegaskan kemampuan tim Inggris dalam bersaing di panggung Eropa modern.

Ke depan, Forest akan menghadapi lawan yang belum ditentukan, namun momentum kemenangan ini diharapkan dapat membawa mereka lebih jauh lagi. Sementara itu, Porto harus mengevaluasi strategi mereka dan memperbaiki pertahanan yang masih rentan, meski mereka tetap menjadi salah satu tim paling kompetitif di Eropa.

Dengan sorotan media internasional yang memuji penampilan Gibbs-White dan taktik Farioli yang fleksibel, Nottingham Forest kini berada di jalur yang tepat untuk menorehkan prestasi lebih besar. Semangat juang, dukungan suporter, dan kualitas pemain muda menjadi faktor kunci dalam melanjutkan perjalanan mereka di Liga Europa.