Pantura Pati–Juwana Lumpuh Diterjang Banjir 30 Cm, Antrean Kendaraan Mengular 5 Kilometer

Berita, Pati984 Dilihat

PATI, PortalMuria.com – Jalur vital Pantura Pati–Juwana kembali tak berdaya. Air setinggi kurang lebih 30 sentimeter merendam badan jalan pada Rabu (11/2/2026) sore, memicu kemacetan panjang hingga lima kilometer. Arus logistik tersendat, sopir truk terjebak, dan antrean kendaraan mengular tanpa kepastian.

Luapan anak Kali Simo menjadi biang keladi. Air meluber ke jalan raya, memaksa kendaraan memperlambat laju. Dampaknya, jalur utama Pantura kembali lumpuh.

Pantauan di lapangan, kepadatan kendaraan terjadi dari Desa Widorokandang hingga ke jalur lingkar selatan (JLS). Barisan truk, bus, dan kendaraan pribadi nyaris tak bergerak.

Hendri, salah satu sopir truk, mengaku sudah lebih dari satu jam terjebak kemacetan.

“Macet sekitar lima kilometer, sudah satu jam terjebak macet,” ujar Hendri di lokasi.

Bagi sopir angkutan barang, kondisi ini bukan sekadar soal waktu, tetapi juga kerugian operasional. Bahan bakar terbuang, jadwal pengiriman molor, dan tekanan di lapangan makin terasa.

Satlantas Polresta Pati bergerak cepat. Kendaraan dari arah Juwana dialihkan menuju jalur lingkar selatan untuk mengurangi beban di titik genangan.
Kaur Bin Ops Satlantas Polresta Pati, Iptu Muslimin, menjelaskan banjir mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurutnya, kemacetan tercatat sepanjang 1,5 kilometer dari arah JLS dan sekitar satu kilometer dari arah Juwana.
“Terjadi perlambatan lalu lintas yang disebabkan air sungai meluap ke badan jalan. Pengguna jalan mengurangi kecepatan dan terjadi antrean,” jelas Iptu Muslimin.

Petugas terus melakukan pengaturan agar arus kendaraan tetap bergerak meski tersendat.

Banjir diduga dipicu hujan deras di kawasan pegunungan yang meningkatkan debit air Kali Simo. Ironisnya, persoalan klasik kembali mencuat: tumpukan sampah pasca banjir sebelumnya yang belum sepenuhnya dibersihkan.

Material sampah yang menyumbat aliran memperparah luapan. Pantura yang menjadi urat nadi ekonomi Jawa kembali jadi langganan genangan.
Jika persoalan drainase dan normalisasi sungai tak segera ditangani serius, bukan tak mungkin skenario serupa akan terus berulang setiap musim hujan.

Pantura Pati–Juwana bukan sekadar jalan biasa. Jalur ini menjadi penghubung utama distribusi barang antarwilayah di pesisir utara Jawa Tengah. Setiap gangguan berarti efek domino bagi sektor logistik dan ekonomi lokal.

Banjir 30 sentimeter mungkin terlihat sepele. Namun di jalur nasional, itu cukup untuk memperlambat ribuan kendaraan dan menciptakan antrean berkilometer-kilometer.

Hingga sore hari, petugas masih berjaga di lokasi untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali. Pengendara diimbau berhati-hati dan mencari jalur alternatif jika memungkinkan.

Pantura kembali memberi peringatan: tanpa pembenahan serius, genangan demi genangan akan terus menjadi rutinitas tahunan.

(Red.)