BULOG Pati Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di Lima Kabupaten

Berita427 Dilihat

Pati, PortalMuria.com — Perum BULOG Kantor Cabang Pati menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di lima kabupaten, yakni Pati, Kudus, Jepara, Rembang, dan Blora. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 sekaligus upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Dalam kegiatan tersebut, BULOG menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Komoditas yang dijual meliputi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, minyak goreng, gula pasir, serta produk pangan berkualitas lainnya.

Di Kabupaten Pati, GPM berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pasar Puri Baru. Kegiatan ini melibatkan sejumlah dinas terkait, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelaku usaha lokal.

Untuk pelaksanaan GPM di masing-masing kabupaten, BULOG menyiapkan beras SPHP sebanyak 1.500 kilogram dan beras premium merek Befood Setra Ramos sebanyak 1.500 kilogram dalam kemasan 5 dan 10 kilogram. Selain itu, tersedia minyak goreng sebanyak 1.200 liter dan gula pasir sebanyak 480 kilogram.

Beras SPHP dijual seharga Rp58.000 per kemasan, sedangkan beras premium dibanderol Rp74.000 per kemasan. Adapun minyak goreng merek Sovia dijual Rp21.500 per liter dan gula pasir Rp17.500 per kilogram.

Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Pati, Ashville Nusa Panata, mengatakan GPM merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“GPM serentak ini adalah bentuk komitmen dan kepedulian pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan produk pangan. Selain berkualitas, harganya cukup terjangkau bagi masyarakat,” kata Ashville.

Manfaat kegiatan tersebut dirasakan warga yang datang untuk membeli kebutuhan pokok. Wahyudi, 43 tahun, warga Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo, mengaku terbantu dengan pelaksanaan GPM di kawasan Benteng Portugis, Jepara.

Menurut dia, harga pangan yang lebih terjangkau membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin.

“Kami sangat terbantu dengan acara GPM atau pasar murah ini. Selain produknya baik, harganya juga murah,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, kondisi kekeringan yang melanda wilayahnya turut menambah beban pengeluaran warga. Bahkan, sebagian masyarakat harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam situasi tersebut, pasar murah dinilai membantu warga mengakses bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Melalui GPM serentak ini, BULOG berharap akses masyarakat terhadap pangan berkualitas semakin luas. Sinergi pemerintah dan pelaku usaha juga diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi pangan di daerah. (*)