Miris! Fasilitas Damkar Rembang Bobrok, Nyawa Petugas Terancam Akibat APD Tak Layak

Berita, Rembang62 Dilihat

PORTALMURIA.COM, REMBANG – Alat Pelindung Diri (APD) petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dilaporkan sangat minim. Saking terbatasnya fasilitas pelindung, sejumlah sepatu boots milik petugas dilaporkan jebol hingga tertembus pecahan kaca atau beling saat bertugas di lapangan.

Kondisi tersebut diakui langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Fahrudin. Dia menyebut langsung menyaksikan kondisi prihatin tersebut saat memantau penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Pada saat itu memang pas pemakaman (pemadaman) di TPA, saya ikut dan memang peralatannya, peralatan pelindung diri pada teman-teman itu masih sangat terbatas,” kata Fahrudin kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).

Merespons kondisi tersebut, Fahrudin memastikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengadaan APD baru bagi para petugas penjinak api tersebut. Rencananya, anggaran pengadaan akan dimasukkan dalam APBD Perubahan (APBD-P).

“Insyaallah dengan di anggaran perubahan ini nanti akan pengadaan terkait dengan APD. APD yang ada di teman-teman, termasuk sepatu dan sebagainya itu akan kami cukupi,” terangnya.

Sinergi Antisipasi Kebakaran

Selain persoalan APD yang tak layak, kesiapan armada penunjang pemadaman juga menjadi sorotan. Fahrudin menjelaskan, saat ini BPBD Rembang mengandalkan sekitar 4 unit armada water supply.

Meski tidak menampik adanya kendala teknis dan kerusakan armada akibat keterbatasan yang ada, Fahrudin berjanji jajarannya tetap akan memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat Rembang.

“Ya istilahnya yang namanya keterbatasan pasti ada. Tapi semua akan saya upayakan bisa memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat dalam rangka tugas-tugas kebencanaan ini,” tegasnya.

Untuk menyiasati keterbatasan armada pelat merah, BPBD Rembang kini telah memperkuat koordinasi dan menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar serta instansi lain di wilayah Rembang. Skenario bantuan armada pun sudah disiapkan jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran besar.

“Kita sudah bekerja sama dengan PLTU dan termasuk PT Semen Indonesia dan juga termasuk Yon (batalyon setempat). Semua sudah kami persiapkan,” pungkasnya. (B2)