MTsN 1 Rembang Minta Maaf Buntut Insiden Pengusiran Wartawan

Berita, Rembang430 Dilihat

PORTALMURIA.COM, REMBANG – Pihak MTs Negeri 1 Rembang akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait video viral oknum guru yang diduga menghalangi tugas jurnalis Rajawali TV (RTV) dan Disway Jateng.

Insiden itu terjadi saat awak media tengah meliput dugaan kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu, 9 September 2026.

Guru MTsN 1 Rembang yang terekam dalam video viral, Purwantini (Bu Nini), mengakui kekhilafannya. Ia menegaskan tidak ada niat sama sekali untuk menghambat kerja jurnalistik.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Bu Purwan atau Bu Nini mohon maaf atas sikap kami yang kemarin. Bukan maksud saya untuk menghalang-halangi teman-teman media untuk mencari informasi ya. Karena sikap kami yang kemarin itu, jadi mohon maaf sebesar-besarnya. Itu murni perbuatan saya dan saya sekali lagi mohon maaf kepada teman-teman media, terima kasih,” kata Purwantini saat memberikan klarifikasi kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).

Purwantini menyebut pihak madrasah kini telah membuka pintu dan menerima kedatangan para jurnalis dengan baik. Pihaknya juga telah memberikan konfirmasi menyeluruh mengenai insiden dugaan keracunan tersebut.

“Jadi kemarin kami sudah menerima tamu dari para wartawan dan media lainnya. Kami sudah memberikan informasi dan mengkonfirmasi adanya dugaan keracunan masalah MBG,” terangnya.

Pasca insiden medis tersebut, Purwantini memastikan kondisi di lingkungan sekolah sudah kembali kondusif. Seluruh siswa dipastikan telah beraktivitas dan mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa.

“Siswa-siswi sudah melaksanakan pembelajaran dengan baik, sudah melaksanakan kegiatan di MTs juga dengan baik. Semoga semuanya bisa sehat. Amin. Dan mohon doanya untuk semua MTs 1 Rembang, kedepannya jauh lebih baik lagi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, video adu mulut antara oknum guru dan wartawan sempat viral di media sosial. Pihak sekolah sempat melarang peliputan dugaan keracunan dengan nada tinggi dan menuduh awak media bertindak ilegal karena tidak membawa undangan resmi dari sekolah. (B2)