Bulog Pati Perkuat Stabilisasi Harga Beras di Lima Kabupaten

Berita15 Dilihat

Pati, PortalMuria.com — Perum Bulog Kantor Cabang Pati terus memperkuat upaya stabilisasi pangan nasional dengan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke sejumlah pasar pencatatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Penyaluran tersebut dilakukan di pasar-pasar yang tersebar di wilayah Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora.

Pemimpin Perum Bulog Kancab Pati, Ashville Nusa Panata, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga beras di sejumlah daerah.

Hal itu disampaikannya saat melakukan pemantauan harga dan ketersediaan beras di Pasar Puri, Kabupaten Pati, Sabtu, 5 September 2026.

“Antisipasi yang dilakukan antara lain dengan mempercepat distribusi beras bantuan pangan serta memperkuat penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar, khususnya pasar yang menjadi titik pemantauan SP2KP,” ujarnya.

Menurut Ashville, hingga awal September 2026, stok beras yang dikuasai Bulog Kancab Pati mencapai sekitar 86.997 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan berbagai program pemerintah.

“Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah lainnya dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga beras,” katanya.

Dari hasil pemantauan di Pasar Puri, harga beras medium masih relatif stabil, yakni berada di kisaran Rp12.800 hingga Rp13.300 per kilogram.

Sementara itu, beras medium SPHP yang dijual pedagang masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Begitu pula dengan beras premium yang masih dijual di bawah HET sebesar Rp14.900 per kilogram.

Ashville menegaskan, pemantauan harga dan ketersediaan beras akan terus dilakukan secara berkala. Dalam pelaksanaannya, Bulog akan menggandeng Dinas Perdagangan, Satgas Pangan, serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan harga dan pasokan.

“Monitoring akan terus kami lakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga pangan tetap stabil di masyarakat,” pungkasnya. (*)