Jakarta, PortalMuria.com– Pimpinan DPR RI menerima audiensi Forum Komunikasi Rakyat Pati yang menyampaikan sejumlah persoalan di Kabupaten Pati, mulai dari kepastian hukum, keamanan, hingga kondisi ekonomi dan iklim investasi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Samsul Rijal menyatakan akan menindaklanjutinya dengan memanggil sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Pati, termasuk Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan aparat penegak hukum (APH).
“Kita akan panggil para pemegang kepentingan di sana, mulai dari Plt Bupatinya, kemudian juga para APH. Kita akan bertanya kenapa masyarakat Pati sampai meminta supaya betul-betul tercipta kenyamanan dan ekonominya maju,” kata Cucun.
Dalam audiensi tersebut, salah satu perwakilan masyarakat dari GP Ansor turut menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai mengganggu kenyamanan warga.
Di antaranya terkait aktivitas aksi reuni 13 Agustus lalu, sound horeg di depan Kantor Bupati Pati serta aksi demonstrasi di gedung DPRD Pati yang dinilai oleh kelompok tersebut tidak mencerminkan etika dalam menyampaikan aspirasi dan cenderung arogan.
Persoalan tersebut menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan kepada pimpinan DPR RI untuk mendapatkan perhatian dan tindak lanjut.
DPR RI Dalami Kondisi Pati
Cucun mengatakan, masyarakat Pati membutuhkan kepastian hukum dan jaminan keamanan agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman tanpa rasa takut.
Selain itu, masyarakat juga berharap Pati dapat berkembang menjadi daerah yang ramah terhadap investasi sehingga aktivitas ekonomi dan usaha masyarakat dapat tumbuh.
“Kita akan dalami, kemudian nanti berbagai stakeholder di sana kita undang dulu, terutama Plt Bupati, kemudian juga APH-nya,” ujarnya.
Cucun menilai aspirasi yang disampaikan masyarakat lebih banyak berkaitan dengan persoalan lokal yang perlu ditangani secara serius.
Menurutnya, Pati memiliki berbagai potensi, mulai dari pertanian, perikanan hingga pendidikan pesantren. Karena itu, kondisi keamanan dan kenyamanan menjadi penting untuk mendukung perkembangan daerah.
Ingin Kembalikan Citra Positif Pati
Cucun juga menyinggung adanya polarisasi di tengah masyarakat Pati. Menurutnya, kelompok masyarakat yang hadir dalam audiensi justru ingin mengembalikan citra positif Kabupaten Pati.
“Mereka ingin mengembalikan narasi positif bahwa Pati itu ramah untuk pendidikan pesantren, ramah untuk investasi,” katanya.
Ia berharap persoalan yang berkembang di Pati tidak melebar ke berbagai isu, tetapi dikembalikan pada kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.
Soal Rencana Demo ke Jakarta
Cucun juga menyinggung dinamika rencana aksi demonstrasi kelompok masyarakat Pati ke Jakarta.
Ia menegaskan DPR RI terbuka menerima seluruh aspirasi masyarakat, sepanjang disampaikan melalui mekanisme yang jelas.
“Semua didengar aspirasinya. Mekanismenya harus jelas. Kalau ada konsep, kirim ke kita. Audiensinya juga kita akan terima,” tegasnya.
Menurut Cucun, DPR RI akan mendengarkan berbagai kelompok masyarakat secara proporsional agar persoalan Pati dapat dilihat secara utuh dan tidak hanya dari satu sudut pandang.
Dengan adanya audiensi tersebut, DPR RI berencana mendalami persoalan di Pati melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Pemanggilan Plt Bupati Pati dan APH nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi keamanan, kepastian hukum, serta berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat Pati. (*)














