Drama di Haji Agus Salim: Semen Padang Gagal Menggenggam Poin, Persijap Jepara Menyabet Kemenangan 2-0

Olahraga37 Dilihat

Portal Muria – 22 April 2026 | Pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 menyajikan laga yang mengguncang para suporter Kabau Sirah. Pada Senin sore, 20 April 2026, Stadion Haji Agus Salim menjadi saksi kebobolan dua gol tanpa balas dari tim tamu Persijap Jepara. Gol pertama tercipta pada menit ke-37 lewat aksi cerdas Rendi Saepul yang menerima umpan matang dari Carlos Franca, sementara gol kedua datang tepat sebelum jeda istirahat melalui tendangan penalti Carlos Henrique Franca setelah pelanggaran di dalam kotak penalti.

Hasil 0-2 tersebut memperpanjang deretan kemunduran Semen Padang FC, kini mencatatkan tiga kekalahan beruntun dan total 18 kekalahan dalam 28 laga. Poin yang terkumpul hanya 20 poin, menempatkan tim asuhan Imran Nahumarury di peringkat ke-17 klasemen sementara, berada di zona merah. Sebaliknya, Persijap Jepara melanjutkan perjuangannya di zona aman dengan poin 28, menempati posisi ke-13.

Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, tidak menutup mulut tentang kekecewaannya. “Apa yang kami inginkan tidak tercapai. Kecewa pasti, baik itu suporter maupun pemain. Masalah utama kami minimnya peluang; tanpa peluang, tidak akan ada gol,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menegaskan bahwa tim akan terus berjuang selama enam laga tersisa, meski peluang lolos degradasi semakin tipis.

Statistik tim menunjukkan kesulitan dalam mencetak gol dan mengamankan poin. Berikut ringkasan performa Semen Padang hingga pekan ke-28:

Pertandingan Menang Seri Kalah Poin
28 5 5 18 20

Persijap Jepara, di sisi lain, menampilkan efisiensi dalam memanfaatkan peluang. Rendi Saepul mencatatkan namanya di papan skor, sementara Carlos Henrique Franca menambah koleksi golnya lewat penalti. Kedua gol tersebut menjadi faktor penentu kemenangan, menambah tiga poin penting bagi tim Jawa Tengah.

Selain statistik, beberapa faktor teknis turut memengaruhi hasil laga. Semen Padang mencoba mengandalkan serangan sayap, strategi khas Imran, namun pertahanan Persijap tetap kukuh dan berhasil menutup ruang gerak lini depan Kabau Sirah. Upaya meningkatkan irama permainan pada babak kedua tidak membuahkan hasil, meski sejumlah peluang tercipta.

Dengan hasil ini, klasemen sementara BRI Super League menampilkan jurang pemisah yang jelas antara zona aman dan zona degradasi. Berikut gambaran singkat posisi peringkat 13 hingga 17:

  • 13. Persijap Jepara – 28 poin
  • 14. Tim A – 24 poin
  • 15. Tim B – 22 poin
  • 16. Tim C – 21 poin
  • 17. Semen Padang FC – 20 poin

Imran Nahumarury mengaku bahwa tantangan terbesar terletak pada mentalitas tim dan kemampuan menciptakan peluang. “Saya bukan pesulap yang bisa mengubah keadaan dengan sekali sentuh,” tegasnya, menambahkan bahwa ia akan bertanggung jawab penuh atas hasil tim tanpa mencari-cari alasan.

Meski berada di zona merah, Semen Padang tetap bertekad untuk memperbaiki performa dalam enam pertandingan terakhir. Penampilan di laga berikutnya akan menjadi penentu apakah tim dapat menghindari degradasi atau terpaksa melanjutkan perjuangan di divisi lebih rendah.

Persijap Jepara, dengan kemenangan ini, menegaskan ambisinya untuk menjauh dari zona degradasi dan mengejar posisi yang lebih baik di papan tengah klasemen. Kemenangan 2-0 di tanah lawan menjadi bukti bahwa strategi defensif yang disiplin dipadukan dengan eksekusi peluang yang tajam dapat menghasilkan hasil maksimal.

Kedua tim kini menatap agenda berikutnya dengan harapan masing-masing: Semen Padang berupaya mengumpulkan poin krusial untuk bertahan, sementara Persijap berfokus pada konsistensi untuk menancapkan diri lebih kuat di zona aman.