Portal Muria – 22 April 2026 | Pertandingan sengit antara Deportivo La Coruña melawan Mirandés pada Senin, 21 April 2026, berakhir dengan kemenangan 3-1 bagi tim tuan rumah. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Deportivo dalam perburuan promosi ke Primera Federación, tetapi juga menampilkan drama taktik, perubahan momentum, serta kontroversi keputusan penalti yang memicu perdebatan di kalangan penggemar dan analis.
Di babak pertama, Mirandés memanfaatkan tekanan tinggi dan mencetak gol pertama melalui tendangan penalti Carlos Fernández pada menit ke-42. Gol ini sempat menimbulkan kegelisahan di antara para pendukung Deportivo yang mengharapkan dominasi di kandang mereka, Riazor. Namun, pelatih Antonio Hidalgo tidak menyerah. Ia menginstruksikan tim untuk menyesuaikan formasi dengan menurunkan garis pertahanan dan meningkatkan intensitas pressing, strategi yang kemudian terbukti efektif pada babak kedua.
Setelah jeda, Deportivo langsung menunjukkan karakter juara. Pada menit ke-51, Mario Soriano menyamakan kedudukan dengan gol yang memanfaatkan kesalahan pertahanan Mirandés. Soriano, yang dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan menembus ruang, memanfaatkan ruang kosong di area pertahanan lawan setelah penyerangan cepat dari sisi kanan.
Momentum beralih ke Deportivo ketika pada menit ke-58, Yeremay menambah satu gol lagi lewat penalti setelah sebuah pelanggaran di dalam kotak penalti. Keputusan penalti ini menjadi titik balik penting, terutama setelah kontroversi di mana banyak yang menilai bahwa pemain Mirandés tampak tidak bergerak, sementara Altimira dari Deportivo melakukan kontak fisik. Keputusan wasit menimbulkan perdebatan tajam, terutama di media sosial dan program diskusi “A Balón Parado” yang menyoroti seberapa adil keputusan tersebut.
Puncak pertandingan terjadi pada menit ke-71, ketika Bil menutup skor dengan tembakan yang tajam setelah serangan balik cepat. Serangan tersebut dimulai dari aksi individu Yeremay yang menembus hingga garis akhir, memberikan umpan balik kepada Bil yang dengan tenang mengeksekusi penyelesaian akhir. Penampilan Bil menunjukkan kebugaran dan kemampuan finishing yang tinggi, menegaskan peran pentingnya dalam strategi ofensif Deportivo.
Analisis taktik dari mantan pelatih Deportivo, Manu Sánchez, menyoroti beberapa aspek krusial. Menurutnya, tim memulai pertandingan dengan argumen ofensif terbaik yang dimiliki skuad, namun kurang akurat di depan gawang. Ia menekankan pentingnya peran pemain tengah Diego Villares yang menjadi penghubung antara pertahanan dan serangan, serta membantu menyeimbangkan fase permainan. Villares disebut sebagai “kunci” dalam menjaga kestabilan tim pada saat kehilangan bola, memungkinkan Deportivo untuk cepat kembali ke posisi menyerang.
Selain aspek taktik, keputusan wasit juga menjadi sorotan. Kontroversi penalti yang diberikan kepada Deportivo memicu kritik keras, dengan beberapa pihak menilai bahwa pemain Mirandés tidak bergerak, sementara pemain Deportivo melakukan kontak. Diskusi di program “A Balón Parado” menampilkan reaksi penonton secara real-time, menegaskan pentingnya keadilan dalam keputusan arbitrase, terutama dalam pertandingan yang menentukan nasib promosi.
Dari segi klasemen, hasil ini menempatkan Deportivo pada posisi yang lebih menguntungkan, dengan selisih poin hanya lima poin dari Mirandés yang kini harus berjuang keras untuk menghindari zona degradasi. Kedua tim kini memiliki satu pertandingan lebih sedikit dibandingkan lawan langsung mereka, menambah tekanan pada babak penutup musim.
Penampilan individual juga patut dicatat. Selain Soriano, Bil, dan Villares, pemain seperti Altimira, Quagliata, dan Yeremay menunjukkan kualitas individu yang tinggi, terutama dalam transisi cepat dan penetrasi ke zona pertahanan lawan. Namun, kritik juga diarahkan pada pemain yang kurang maksimal dalam mengkonversi peluang, terutama pada fase awal pertandingan ketika Deportivo menguasai bola namun gagal memanfaatkan peluang.
Secara keseluruhan, kemenangan 3-1 atas Mirandés menegaskan kemampuan Deportivo untuk bangkit dari ketertinggalan awal, mengimplementasikan taktik pressing tinggi, dan memanfaatkan kesempatan melalui penalti yang kontroversial. Pertandingan ini juga memperlihatkan pentingnya peran mentalitas tim yang tidak menyerah, serta kemampuan pelatih Antonio Hidalgo dalam mengatur strategi di tengah tekanan.
Ke depan, Deportivo harus mempertahankan konsistensi performa dan mengatasi masalah ketidaktepatan di depan gawang. Sementara Mirandés, meskipun mengalami kekalahan, tetap memiliki peluang untuk bangkit jika dapat memperbaiki pertahanan dan mengoptimalkan serangan mereka. Pertarungan kedua tim ini masih jauh dari selesai, dan pertandingan-pertandingan mendatang akan menentukan nasib mereka di puncak klasemen.














