Semen Padang Terjepit Jadwal Neraka, Cedera Mengguyur, namun Tak Mau Menyerah di BRI Super League

Olahraga22 Dilihat

Portal Muria – 21 April 2026 | Semen Padang FC kembali menjadi sorotan utama BRI Super League 2025/2026 setelah menelan kekalahan 0-2 di kandang sendiri melawan Persijap Jepara pada pekan ke-28. Kekalahan ini menambah deretan tiga hasil negatif beruntun dan menempatkan tim dalam zona degradasi dengan peringkat ke-17 serta hanya mengumpulkan 20 poin dari 28 pertandingan.

Tekanan pada pelatih Imran Nahumarury semakin besar. Ia menegaskan bahwa cuaca hujan lebat yang melanda GOR Haji Agus Salim bukan menjadi alasan kegagalan. Dalam konferensi pers, ia menyatakan, “Jika pemain profesional tidak dapat beradaptasi dengan kondisi lapangan apa pun, maka tidak ada alasan untuk kegagalan. Strategi yang kami susun selama satu minggu tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan itulah yang harus kami perbaiki.”

Selain faktor taktik, tim harus menghadapi krisis cedera. Empat pemain inti masih dalam proses pemulihan, termasuk bek utama Angelo Maneses yang baru saja kembali dari cedera. Kondisi ini memaksa Nahumarury mengandalkan pemain cadangan yang belum terbukti konsistensinya pada level tertinggi.

Jadwal sisa musim menjadi tantangan tambahan. Enam pertandingan tersisa menampilkan lawan-lawan kuat seperti Borneo FC, Persija Jakarta, dan Dewa United. Semua tim tersebut sedang berjuang di papan atas, sehingga peluang memperoleh poin penting sangat terbatas. Setiap laga kini menjadi ujian mental dan fisik bagi para pemain.

Di sisi lain, para pemain tidak menyerah. Ricky Ariansyah, yang baru saja mengekspresikan kekecewaan setelah kekalahan melawan Persijap, menegaskan tekad tim untuk terus berjuang. “Kami minta maaf kepada suporter, namun kami tidak akan menyerah sampai peluit akhir,” ujarnya. Gelandang Irsyad Maulana juga menambah semangat dengan menyoroti pentingnya konsistensi dalam menciptakan peluang.

Statistik tim menunjukkan permasalahan utama pada fase akhir pertandingan. Dalam 28 laga, Semen Padang mencatatkan hanya lima kemenangan, lima hasil imbang, dan 18 kekalahan. Rata-rata gol yang dicetak per laga hanya 0,9, sedangkan kebobolan mencapai 2,1. Berikut ringkasan poin dan posisi klasemen:

Posisi Tim Poin Selisih
17 Semen Padang 20 -12
15 Tim Batas Aman 26 -6
13 Persijap Jepara 28 -4

Dengan selisih enam poin dari zona aman, Semen Padang harus meraih minimal tiga kemenangan dan satu hasil imbang dalam sisa pertandingan untuk mengamankan posisi mereka.

Suporter Kabau Sirah menunjukkan dukungan yang tak tergoyahkan meski kecewa. Suasana di stadion menjadi tegang dengan nyanyian sarkasme, namun juga disertai dengan harapan agar tim bangkit. Imran menutup pertemuan dengan menekankan pentingnya konsentrasi dan kerja sama tim.

Melihat ke depan, fokus utama pelatih adalah memperbaiki efektivitas serangan. Pada laga sebelumnya, upaya serangan melalui sayap sering terhenti oleh pertahanan lawan yang solid. Selain itu, meningkatkan peluang dari set-piece menjadi kunci mengingat keberhasilan Persijap yang mencetak gol lewat penalti.

Kesimpulannya, Semen Padang berada di persimpangan krusial. Jadwal berat, cedera pemain kunci, dan tekanan zona degradasi menuntut tim untuk tampil optimal. Dengan mental juang yang kuat dan perbaikan taktik, masih ada peluang bagi Kabau Sirah untuk menghindari degradasi sebelum musim berakhir.