Portal Muria – 21 April 2026 | Pertandingan menegangkan antara Samsunspor melawan Beşiktaş di minggu ke-30 Liga Super Turki berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 bagi tuan rumah di Samsun Yeni 19 Mayıs Stadyumu. Hasil ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Samsunspor, tetapi juga memicu gelombang kritik tajam terhadap manajer Beşiktaş, Sergen Yalçın, serta pilihan taktisnya, khususnya terkait penempatan pemain sayap Cengiz Ünder.
Gol pembuka datang pada menit ke-23 melalui serangan cepat Holse yang memanfaatkan ruang di sisi kanan pertahanan Beşiktaş. Gol balasan Beşiktaş baru terjadi pada menit ke-37 lewat tendangan jarak jauh yang dieksekusi Coulibaly, mengembalikan kedudukan menjadi imbang. Namun, Samsunspor kembali memimpin lewat gol kedua pada menit ke-61, kali ini lewat serangan kombinasi antara Emre Kılınç dan Mouandilmadji yang menembus pertahanan Beşiktaş yang tampak kebingungan.
Berbagai kolumnis olahraga langsung mengeluarkan analisis mereka. Turgay Demir menilai bahwa Beşiktaş perlu segera mengganti pelatih jika ingin mengembalikan performa, menyinggung ketidakmampuan Sergen Yalçın dalam mengatur permainan di babak pertama yang “seperti bambu terbakar, cepat menyala lalu padam”. Demir juga menyoroti kegagalan penyerang Cengiz Ünder yang tidak mampu menghasilkan peluang signifikan meski diberi 65 menit bermain.
Sinan Vardar menambahkan bahwa taktik defensif Beşiktaş di babak pertama terlalu pasif, sementara Samsunspor menonjolkan serangan balik cepat. Ia menilai bahwa keputusan Yalçın untuk menahan perubahan formasi sampai menit ke-45 menjadi faktor utama kebobolan dua gol.
Di sisi lain, İbrahim Yıldız mengkritik kepercayaan Yalçın pada pemain tengah yang kurang solid. “Tim tengah Beşiktaş menghilang di babak kedua, memberi ruang luas bagi Samsunspor untuk menguasai lini tengah,” tulis Yıldız, menambahkan bahwa kurangnya intensitas dan semangat juang menandai penurunan kualitas tim yang biasanya berjuang untuk posisi empat teratas.
Murat Özbostan menyoroti masalah struktural, bukan sekadar mental. Ia menegaskan bahwa Beşiktaş tampak “dağınık, reaksiyonsuz, ve kırılgan” serta risiko kegagalan akan berlanjut bila taktik tidak diperbaiki sebelum menghadapi Alanyaspor dalam laga pekan selanjutnya.
Ercan Taner menilai bahwa fokus Yalçın yang beralih ke kompetisi Piala Turki mengorbankan performa liga. “Kekurangan energi tim terlihat jelas, terutama pada transisi pertahanan-ke-serangan,” catat Taner, menambahkan bahwa Beşiktaş harus menemukan keseimbangan antara target domestik dan ambisi Eropa.
Fatih Doğan menyoroti fakta bahwa Beşiktaş menciptakan 13 peluang di area lawan pada babak pertama namun hanya menghasilkan satu tembakan tepat sasaran. “Jika efisiensi tembakan meningkat, skor akhir bisa sangat berbeda,” ujarnya.
Selain kritik taktik, masalah pribadi Cengiz Ünder menjadi sorotan utama. Media melaporkan bahwa Ünder, yang sebelumnya gagal menembus skuad Fenerbahçe, kembali mengalami penurunan performa di Beşiktaş. Dalam pertandingan melawan Samsunspor, ia tidak mencatat satu satuhan, satu assist, ataupun satu tembakan mengarah ke gawang. Kritik publik menuntut Sergen Yalçın untuk mengevaluasi kembali peran Ünder di skuad, terutama mengingat ekspektasi tinggi yang dibawa pemain berusia 28 tahun ini.
Statistik menunjukkan bahwa kedua tim termasuk dalam kategori tim dengan tingkat tembakan terburuk di liga, namun Samsunspor lebih efektif dalam mengkonversi peluang menjadi gol. Analisis data mencatat bahwa Samsunspor memiliki rasio tembakan ke gol sebesar 8,5%, sementara Beşiktaş hanya 5,2%.
Kesimpulannya, kemenangan Samsunspor menegaskan bahwa mereka mampu memanfaatkan kelemahan lawan dan mengeksekusi serangan balik dengan presisi. Sementara itu, Beşiktaş harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap taktik, susunan pemain, serta peran Cengiz Ünder jika ingin kembali ke jalur kemenangan di sisa musim. Pertarungan selanjutnya melawan Alanyaspor akan menjadi ujian penting bagi Sergen Yalçın untuk memperbaiki citra dan hasil timnya.












