Gubernur Sumsel Herman Deru Tekankan Layanan Listrik Merata, Dorong Validasi Data Kemiskinan di Musi Rawas

Politik25 Dilihat

Portal Muria – 21 April 2026 | Sumatera Selatan – Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru kembali menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan layanan listrik yang merata di seluruh wilayah, sekaligus menyoroti urgensi validasi data kemiskinan sebagai landasan utama perencanaan pembangunan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Musi Rawas pada rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-83 Musi Rawas, Senin (20/4) di Gedung DPRD Musi Rawas.

Acara yang dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, dan elemen warga lainnya, menjadi momentum penting bagi Gubernur untuk menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur listrik tidak dapat dipisahkan dari upaya pengentasan kemiskinan. “Pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai bila semua warga, termasuk yang berada di daerah terpencil, mendapatkan akses listrik yang stabil dan terjangkau,” ujar Herman Deru.

Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan bahwa HUT ke-83 Musi Rawas bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi perjalanan panjang daerah dalam menghadapi dinamika sosial‑ekonomi. Ia mengingatkan bahwa selama 83 tahun, Musi Rawas telah melewati berbagai fase, mulai dari masa penjajahan, reformasi, hingga era digital yang menuntut kebijakan berbasis data akurat.

Gubernur menyoroti bahwa angka kemiskinan di Musi Rawas yang tercatat sekitar 12 persen perlu dikaji kembali. “Data yang tidak akurat akan menyesatkan alokasi anggaran, termasuk subsidi listrik bagi rumah tangga miskin,” tegasnya. Menurut Deru, perbaikan data kemiskinan akan memungkinkan pemerintah daerah menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, termasuk program listrik pra‑bayar atau penyediaan jaringan listrik desa.

Herman Deru menambahkan, pemerataan listrik tidak hanya soal memperluas jaringan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan. “Kita harus memastikan tidak ada daerah yang mengalami pemadaman berulang, terutama di wilayah pertanian dan industri kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik,” ujarnya. Ia menginstruksikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumsel untuk melakukan audit penyediaan listrik, mengidentifikasi zona rawan, serta mempercepat pembangunan gardu listrik dan jaringan distribusi di daerah yang selama ini terpinggirkan.

Gubernur juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pihak swasta dalam mewujudkan layanan listrik yang inklusif. Ia mengajak perusahaan listrik daerah (PLN) untuk meningkatkan program subsidi tarif listrik bagi rumah tangga miskin, sekaligus memanfaatkan energi terbarukan, seperti tenaga surya, di daerah yang sulit dijangkau jaringan konvensional.

Selain listrik, Herman Deru menyoroti perlunya integrasi data kemiskinan dengan indikator pembangunan lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur transportasi. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama‑sama menyusun peta kemiskinan yang real‑time, sehingga kebijakan dapat disesuaikan secara dinamis.

Penutup acara, Deru mengajak masyarakat Musi Rawas untuk terus berpartisipasi dalam proses pembangunan, khususnya dalam penyediaan data yang jujur dan akurat. “Kebersamaan kita adalah kunci utama. Dengan data yang valid, kita dapat menyalurkan listrik dan layanan publik lainnya secara adil, sehingga tidak ada lagi warga yang terpinggirkan,” tutupnya.