Portal Muria – 20 April 2026 | Gianyar, Bali – Pada Minggu pagi, 19 April 2026, sebuah kejadian menggemparkan terjadi di kawasan Jalan Kesatrian, Gianyar. Seorang petugas keamanan berusia 56 tahun, yang bekerja di supermarket Clandys Mart, ditemukan tidak bernyawa di ruang istirahat khusus satpam. Jasad korban menunjukkan tanda-tanda kekakuan (rigor mortis) yang mengindikasikan kematian telah berlangsung selama beberapa jam sebelum ditemukan.
Menurut keterangan saksi mata yang berada di lokasi, korban ditemukan terbaring telentang di lantai ruang istirahat sekitar pukul 06.30 WIB. Rekan kerja korban sempat memanggilnya berulang kali, namun tidak ada respons. Karena curiga dengan kondisi kaku korban, saksi segera melaporkan temuan tersebut melalui layanan panggilan darurat 110.
Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan, S.H., M.M., bersama timnya, tiba di lokasi tidak lama setelah laporan diterima. Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan barang-barang pribadi korban yang berada di sekitar area istirahat. Selama pemeriksaan awal di lapangan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban maupun pada lingkungan sekitar.
Identitas korban dipastikan berinisial A.W., yang juga dikenal dengan nama Agus W. Ia merupakan satpam yang telah bertugas di Clandys Mart selama beberapa tahun. Pemeriksaan medis awal menunjukkan perubahan warna kulit serta kekakuan otot, menandakan proses rigor mortis telah dimulai. Kondisi ini konsisten dengan kematian yang terjadi beberapa jam sebelum penemuan.
Pihak kepolisian kemudian mengevakuasi jasad Agus W ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar untuk dilakukan otopsi lebih lanjut. Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C. Kesuma, S.H., M.H., menegaskan bahwa meskipun pemeriksaan awal belum menemukan bukti kekerasan, penyelidikan tetap akan digali secara mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Ipda I Gusti Ngurah Suardita, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Gianyar, menyampaikan bahwa seluruh prosedur standar operasional telah dijalankan, mulai dari pengamanan lokasi, koordinasi dengan tim identifikasi, hingga evakuasi jenazah. “Kami telah mengamankan barang-barang milik korban dan tidak menemukan hal mencurigakan. Namun, penyebab pasti kematian masih harus ditentukan melalui hasil otopsi,” ungkap Suardita.
Sejumlah saksi juga melaporkan bahwa tidak ada suara atau aktivitas aneh di sekitar ruang istirahat pada malam sebelum kejadian. Beberapa rekan kerja menyatakan bahwa korban tidak menunjukkan gejala sakit yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, meskipun ada dugaan bahwa ia mungkin mengalami kondisi medis mendadak.
Polisi menambahkan bahwa mereka akan memeriksa catatan medis korban, riwayat kesehatan, serta kemungkinan paparan bahan kimia atau faktor lingkungan lain yang dapat memicu kematian mendadak. Tim forensik akan melakukan analisis toksikologi untuk menyingkirkan penyebab keracunan atau faktor internal lainnya.
Sementara itu, pihak manajemen Clandys Mart menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan dan memberikan bantuan kepada keluarga korban. “Kami berduka atas kehilangan rekan kami. Kami siap membantu otoritas dalam proses investigasi dan memberikan dukungan moral serta material kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata perwakilan manajemen supermarket.
Kasus ini menambah daftar insiden kematian mendadak di lingkungan kerja yang menuntut perhatian khusus terhadap kesehatan dan keselamatan tenaga kerja. Pemerintah daerah Gianyar telah menegaskan komitmennya untuk memperkuat regulasi kesehatan kerja serta meningkatkan fasilitas medis di tempat-tempat kerja publik.
Dengan hasil otopsi yang masih menunggu, kepolisian Gianyar tetap membuka pintu bagi publik yang memiliki informasi tambahan terkait kejadian ini. Setiap informasi yang relevan dapat disampaikan melalui layanan 110 atau langsung ke kantor Polres Gianyar.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lanjutan. Polisi akan mengumumkan temuan definitif setelah semua bukti dianalisis secara menyeluruh.








