Portal Muria – 20 April 2026 | Pasar otomotif Indonesia sedang mengalami pergeseran signifikan. Dalam dua tahun terakhir, jumlah merek mobil asal Tiongkok yang beroperasi di tanah air meningkat menjadi enam belas, dan kini banyak di antaranya menargetkan segmen premium. Langkah ini tidak hanya memperluas pilihan konsumen, tetapi juga menimbulkan tekanan kompetitif yang mengakibatkan penutupan sejumlah dealer mobil Jepang.
Pak Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, menilai bahwa strategi lama produsen Jepang sudah tidak lagi memadai. Ia menekankan perlunya restrukturisasi kerja sama dengan dealer serta penguatan layanan purnajual untuk tetap relevan. Menurutnya, regulasi yang berubah cepat dan biaya kepatuhan yang meningkat membuat margin dealer Jepang tergerus, sementara konsumen beralih ke merek China yang menawarkan harga kompetitif, desain modern, serta fitur lengkap.
“Fenomena penutupan dealer Jepang dan munculnya dealer China merupakan sinyal kuat pergeseran pasar yang dipicu oleh regulasi baru dan persaingan harga,” ujar Yannes dalam sebuah pernyataan tertulis pada 17 April 2026. Ia menambahkan bahwa produk China lebih cepat mengadopsi teknologi ramah lingkungan, khususnya kendaraan listrik murni (BEV), yang kini menjadi prioritas konsumen Indonesia.
Berbagai merek China telah meluncurkan model SUV listrik berkelas premium. Dua contoh terdepan adalah Changan Deepal S07 dan BYD Sealion 7 Premium. Kedua kendaraan ini menonjolkan performa tinggi, interior mewah, serta teknologi terkini, sekaligus dibanderol pada kisaran harga yang bersaing dengan produk Jepang.
- Deepal S07: Ditenagai motor listrik PMSM 160 kW, torsi 320 Nm, akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,6 detik, baterai 79,97 kWh dengan jangkauan NEDC hingga 560 km. Fitur interior meliputi kursi listrik 10‑way, sistem pemanas dan ventilasi, serta V2L 6 kW.
- BYD Sealion 7 Premium: Menghasilkan 230 kW, torsi 380 Nm, akselerasi 0-100 km/jam dalam 6,7 detik, baterai 82,65 kWh, jangkauan NEDC 567 km. Dilengkapi layar sentuh 15,6 inci yang dapat diputar, sistem audio 12 speaker, serta paket ADAS lengkap.
Harga resmi (OTR Jakarta) Deepal S07 berada di sekitar Rp 599 juta, sedangkan Sealion 7 Premium ditawarkan pada Rp 629 juta. Selisih Rp 30 juta tersebut menandakan adanya pilihan antara performa lebih tinggi dan fitur kenyamanan yang lebih terfokus.
Keberhasilan model premium China ini mendorong produsen Jepang untuk mempercepat investasi pada kendaraan listrik lokal. Yannes menyarankan agar mereka menjalin kemitraan dengan pemasok China untuk menggabungkan teknologi canggih dengan biaya produksi yang lebih rendah. Ia juga menekankan pentingnya reformasi kebijakan TKDN serta insentif bagi perusahaan yang mentransfer teknologi dan menciptakan lapangan kerja.
Pemerintah Indonesia diharapkan memainkan peran aktif. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kebijakan harus selaras dengan kebutuhan pasar, termasuk percepatan adopsi EV sebagai bagian dari ketahanan energi nasional. Selanjutnya, harmonisasi regulasi lintas kementerian dan stabilitas suku bunga dianggap krusial untuk menjaga daya beli konsumen.
Secara keseluruhan, dinamika ini menandai era baru di industri otomotif Tanah Air. Merek China tidak hanya menembus segmen ekonomi menengah, melainkan kini bersaing di kelas premium dengan menawarkan paket nilai yang menarik. Produsen Jepang harus segera menyesuaikan strategi, memperkuat jaringan layanan, dan berinovasi dalam bidang EV agar tidak semakin terpinggirkan.
Jika tren ini terus berlanjut, konsumen Indonesia akan menikmati pilihan yang lebih beragam, teknologi yang lebih maju, dan harga yang lebih kompetitif, sementara lanskap dealer otomotif akan bertransformasi menyesuaikan dengan kekuatan pasar yang baru.












