Portal Muria – 20 April 2026 | Tim bulutangkis Indonesia tiba di Horsens, Denmark pada malam 16 April 2026 setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta. Kedatangan mereka tidak sekadar persiapan fisik, melainkan menandai babak baru bagi legenda ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, yang kini mengemban peran sebagai pelatih utama dalam ajang Piala Thomas & Uber 2026.
Hendra, yang sebelumnya dikenal lewat prestasi ganda putra bersama partnernya, mengaku bahwa peran sebagai pelatih terasa jauh lebih menantang dibandingkan ketika masih berada di lapangan. “Rasanya mungkin lebih susah kali ya, jadi pelatih kan harus nentuin nih. Kemarin sudah ngobrol dengan koh Anton, memetakan nanti siapa yang lawan ini, siapa yang turun. Kalau saat jadi pemain kan langsung saja siap main, ya main,” ujarnya dalam konferensi pers tim.
Ia menambahkan, keputusan tak hanya bergantung pada taktik, melainkan juga pada kondisi fisik dan mental pemain. “Kalau ini kan harus lihat kondisi pemainnya juga, terus lawannya siapa, susahnya di situ,” jelas Hendra. Pernyataan tersebut mencerminkan kompleksitas tugas pelatih, yang harus menyeimbangkan analisis lawan, kesiapan pemain, serta dinamika tim selama turnamen berlangsung dari 24 April hingga 3 Mei 2026.
Tim Indonesia yang akan berlaga di Thomas Cup 2026 merupakan kombinasi antara pemain senior berpengalaman dan generasi muda yang sedang naik daun. Salah satu pasangan ganda putra yang menantikan debutnya adalah Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani. Kedua pemain mengungkapkan antusiasme tinggi atas kesempatan berkompetisi di panggung bergengsi tersebut.
- Sabar Karyaman Gutama: “Pastinya senang banget dikasih kesempatan bisa gabung di Thomas Cup, mudah-mudahan kami bisa memberikan kontribusi yang baik, yang maksimal, bisa menyumbang poin untuk Indonesia.”
- Moh Reza Pahlevi Isfahani: “Ini adalah Piala Thomas pertama bagi kami jadi rasa tegangnya ada dan koh Hendra juga selalu mengingatkan di sini pasti lebih susah. Jadi kami harus lebih siap dan tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan.”
Pengalaman Sabar dan Reza di level internasional menjadi bekal penting, namun mereka mengakui tekanan di kompetisi beregu lebih besar dibanding turnamen individu. Hendra menegaskan pentingnya mental juara dalam menghadapi tekanan tersebut. “Pasti daya juangnya harus lebih lagi karena main tim hasil kita akan berpengaruh juga untuk lainnya. Tapi yang terpenting bagaimana lebih ke fokusnya masing-masing mereka,” tuturnya.
Selain menyiapkan strategi lapangan, Hendra juga bertanggung jawab dalam membangun chemistry antar pemain. Ia menyebut proses adaptasi tim di Horsens meliputi sesi video analisis, latihan fisik, dan simulasi pertandingan. “Kami sudah menghabiskan waktu untuk mempelajari gaya bermain tim-tim unggulan seperti China, Jepang, dan Korea. Setiap detail kami perhatikan, mulai dari formasi servis hingga pola serangan di net,” paparnya.
Indonesia memasuki Thomas Cup 2026 sebagai salah satu unggulan, meski berada dalam persaingan ketat dengan tim-tim tradisional kuat. Kondisi ini menuntut Hendra dan staf teknis untuk menyiapkan taktik yang fleksibel, mampu beradaptasi dengan perubahan situasi selama pertandingan. Salah satu pendekatan yang diusung adalah rotasi pemain ganda, memberi kesempatan pada pemain muda untuk memperoleh pengalaman sekaligus menjaga kebugaran pemain senior.
Keputusan Hendra menjadi pelatih menandai transisi penting dalam karirnya, dari pemain ke pembina. Ia mengaku tak pernah membayangkan berada di posisi ini, namun merasa terhormat menerima panggilan tersebut. “Nggak kepikiran sih sebenarnya tapi ini panggilan jadi saya harus siap. Ini juga buat pengalaman saya sebagai pelatih,” ujarnya dengan semangat.
Dengan segudang pengalaman di level dunia, harapan tinggi diletakkan pada Hendra untuk menularkan mental juara kepada skuad Merah Putih. Jika berhasil, Indonesia tidak hanya mempertahankan posisi unggulannya, tetapi juga mengukir sejarah baru di Thomas Cup 2026.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga panggung bagi generasi baru bulu tangkis Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dan dedikasi mereka. Kesuksesan tim akan sangat dipengaruhi oleh sinergi antara strategi Hendra, kesiapan fisik pemain, serta dukungan moral dari seluruh elemen bulu tangkis tanah air.
Jika semua faktor tersebut dapat terjalin dengan baik, Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali mengangkat trofi Thomas Cup, menegaskan kembali dominasinya dalam bulu tangkis dunia.











