Bojan Hodak Mengincar Rekor Legendaris: Dua Poin Lagi Bisa Lampaui Indra M Tohir Bersama Persib Bandung

Olahraga377 Dilihat

Portal Muria – 20 April 2026 | Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, kembali menegaskan posisi Persib Bandung di puncak BRI Super League 2025/2026. Dengan perolehan 64 poin dari 27 pertandingan, Maung Bandung berada selangkah lebih dekat mengukir sejarah baru, yakni melampaui catatan poin legendaris Indra M Tohir yang selama ini menjadi tolak ukur keunggulan klub. Hanya dua poin tambahan, dan nama Bojan akan tercatat bersama Indra dalam buku rekor Persib.

Menurut pernyataan Hodak dalam konferensi pers virtual menjelang laga melawan Dewa United pada 20 April 2026, persaingan musim ini merupakan yang terketat dalam tiga musim terakhir. “Saya rasa ini adalah persaingan tersulit dalam tiga musim terakhir,” ujarnya, menambahkan bahwa hingga dua pertandingan lalu ada empat tim yang masih bersaing ketat untuk gelar juara. Kini hanya tersisa tiga tim—Persib, Borneo FC Samarinda, dan Persija Jakarta—yang memiliki peluang realistis mengangkat trofi.

Statistik klasemen memperkuat klaim tersebut. Persib memimpin dengan selisih tipis satu poin dari Borneo FC (63 poin) dan empat poin dari Persija (58 poin). Kedua tim rival tersebut telah menempuh satu pertandingan lebih banyak (pekan ke-28) dibanding Persib, yang masih memiliki enam laga tersisa. Dengan margin yang tipis, Bojan menegaskan pentingnya konsistensi: “Kami memiliki sedikit keuntungan, tetapi semuanya masih terbuka sampai pertandingan terakhir.”

Jika dilihat secara historis, musim ini lebih menantang dibandingkan kampanye sebelumnya. Pada musim 2023/2024, Persib mengamankan gelar dengan 69 poin, sementara rival terdekat Dewa United hanya mengumpulkan 61 poin. Di musim 2024/2025, Borneo FC berhasil merebut juara dengan 70 poin, unggul delapan poin dari Persib yang mencatat 62 poin. Bahkan pada musim 2022/2023, PSM Makassar menjuarai liga dengan 75 poin, sedangkan Persija menempati posisi kedua dengan 66 poin—dua angka yang hampir menyamai rekor Indra M Tohir.

Rekor Indra M Tohir, yang mencatat 66 poin dalam satu musim, menjadi tolok ukur bagi generasi pemain dan pelatih Persib. Bojan, yang kini mengarahkan tim berwarna biru ini, menargetkan untuk menambah dua poin lagi guna melampaui pencapaian tersebut. “Jika kami berhasil menambah dua poin lagi, maka kami akan memecahkan rekor yang selama ini dipegang Indra,” kata Hodak dengan keyakinan.

Tekanan kompetitif tidak hanya datang dari rival klasik, tetapi juga dari dinamika jadwal. Persib harus menghadapi Dewa United di pekan ke-28, lalu melanjutkan sisa lima laga. Bojan menekankan bahwa setiap pertandingan memiliki nilai krusial, mengingat selisih poin yang tipis dapat berubah drastis dalam hitungan menit. “Kami tidak boleh terpeleset di laga sisa. Baik menang, kalah, atau imbang, semuanya berpengaruh pada posisi akhir,” tegasnya.

Selain fokus pada poin, Bojan juga menyoroti dampak positif kompetisi bagi suporter dan industri sepak bola nasional. Menurutnya, tingkat persaingan yang tinggi meningkatkan minat penonton, memperluas peluang pemasaran, serta meningkatkan kualitas siaran televisi. “Liga ini lebih menarik bagi para fan karena hingga akhir musim masih ada tiga tim yang bisa menjadi juara,” ujar Hodak, menambahkan bahwa atmosfer kompetitif ini memberikan pengalaman menegangkan bagi pendukung Persib.

Pelatih berusia 54 tahun ini juga menyinggung aspek taktik. Ia mengapresiasi kekompakan lini pertahanan yang ditunjang oleh pemain veteran serta kecepatan serangan sayap yang menjadi senjata utama. “Kita harus terus menjaga konsistensi, terutama dalam mengontrol tempo pertandingan dan memanfaatkan peluang lewat set-piece,” ungkapnya.

Dengan target menambah dua poin, Bojan menyiapkan strategi khusus menjelang pertandingan melawan Dewa United. Tim diprediksi akan menurunkan formasi 4-2-3-1, mengandalkan peran kreatif dari gelandang serang untuk membuka pertahanan lawan. Sementara itu, lini belakang akan tetap dipertahankan dengan susunan empat bek yang solid, mengingat Dewa United memiliki serangan yang cukup berbahaya.

Jika Persib berhasil mengamankan kemenangan atau setidaknya hasil seri melawan Dewa United, peluang menambah dua poin menjadi lebih realistis. Namun, Bojan menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk rasa puas. “Kami memang berada di posisi menguntungkan, tetapi saya rasa semuanya masih terbuka sampai pertandingan terakhir,” tuturnya, menutup pernyataan dengan nada optimis namun tetap realistis.

Secara keseluruhan, perjalanan Persib di bawah asuhan Bojan Hodak menunjukkan dinamika kompetitif yang tinggi, dengan target historis yang menantang. Dua poin tambahan bukan hanya sekadar angka, melainkan simbol pencapaian baru yang dapat mengukir nama Bojan di antara legenda Persib, termasuk Indra M Tohir. Dengan semangat juang tinggi, dukungan suporter yang terus menggelora, dan taktik yang matang, Maung Bandung memiliki peluang besar untuk menorehkan sejarah baru di BRI Super League 2025/2026.