Derby Bretagne Membara: Nantes Menyambut Brest dengan Tekanan di Stade de la Beaujoire

Olahraga16 Dilihat

Portal Muria – 19 April 2026 | Sabtu malam, Stade de la Beaujoire menjadi saksi duel klasik Derby Bretagne antara FC Nantes dan Stade Brestois 29 dalam rangka Minggu ke-30 Ligue 1 2026/2027. Kedua tim, yang bersaing untuk mengamankan posisi aman di zona tengah klasemen, menampilkan strategi agresif sejak peluit pertama.

Pelatih Nantes, Pierre Aristouy, menurunkan formasi 4-3-3 yang menekankan penguasaan bola di lini tengah. Pemain kunci seperti Romain Faivre dan Samuel Moutoussamy diberikan kebebasan untuk menyerang, sementara bek kanan Wahbi Khazri berperan menutup ruang sayap lawan. Di sisi lain, Eric Roy, pelatih Brest, mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan fokus pada transisi cepat. Penyerang utama mereka, Yoann Gourcuff, diposisikan sebagai ujung tombak yang siap memanfaatkan setiap kesempatan dari serangan balik.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Pada menit ke-7, Nantes membuka keunggulan lewat gol cepat dari Romain Faivre yang memanfaatkan kesalahan distribusi bola Brest. Gol tersebut menambah tekanan pada tamu, yang berusaha menyeimbangkan permainan dengan menekan tinggi. Pada menit ke-22, Brest berhasil menyamakan kedudukan berkat tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi oleh Yoann Gourcuff, memanfaatkan ruang yang tercipta setelah serangan Nantes gagal menembus pertahanan.

Setelah istirahat, kedua tim meningkatkan intensitas. Nantes kembali mengambil inisiatif dengan serangan yang dibangun melalui sayap kiri. Pada menit ke-55, Wahbi Khazri melancarkan dribbling melintasi tiga pemain Brest sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang, namun diselamatkan oleh penjaga gawang Brest, Gautier Larsonneur, yang melakukan penyelamatan refleks.

Menjelang akhir babak pertama, Nantes berhasil kembali memimpin lewat gol kedua. Samuel Moutoussamy, yang biasanya berperan sebagai gelandang bertahan, melakukan penyelesaian kepala setelah corner yang tepat. Gol tersebut menegaskan keunggulan Nantes 2-1 menjelang jeda istirahat.

Babak kedua menjadi ajang taktik defensif. Eric Roy mengubah susunan dengan menambah dua pemain bertahan, berusaha menutup ruang udara di area penalti. Meskipun demikian, Nantes terus menekan dan pada menit ke-78, Romain Faivre kembali mencetak gol, kali ini melalui serangan balik cepat yang melibatkan umpan terobosan dari Lorenzo Callegari.

Skor akhir 3-1 menjadi bukti dominasi Nantes di kandang sendiri. Kemenangan ini mengangkat mereka ke posisi ke-10 klasemen dengan 38 poin, sementara Brest tetap berada di zona 15 dengan 30 poin, masih berjuang menghindari zona degradasi.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi penguasaan bola Nantes sebesar 58 %, dengan total tembakan ke gawang mencapai 12 kali, dibandingkan dengan 5 tembakan Brest. Selain itu, Nantes mencatat 7 operan kunci dan 14 intersep, menandakan kontrol yang lebih baik di lini tengah.

Penampilan individu yang patut diacungi jempol adalah Romain Faivre, yang mencetak dua gol dan terlibat dalam tiga peluang gol. Di sisi lain, Gautier Larsonneur menjadi pahlawan bagi Brest dengan tiga penyelamatan krusial, meskipun timnya kalah.

Ke depan, Nantes akan menghadapi pertandingan melawan Lille, sementara Brest dijadwalkan melawan Monaco. Kedua tim diharapkan akan menyesuaikan taktik mereka sesuai dengan hasil ini.

Derby Bretagne kali ini tidak hanya menambah poin bagi Nantes, tetapi juga memperkuat semangat kompetitif di antara dua klub bersejarah. Pertandingan yang penuh drama, gol, dan aksi defensif ini menjadi bukti bahwa rivalitas wilayah tetap menjadi magnet utama Ligue 1.