Kejadian Brutal di King Abdullah: JDT Kalah, Kapten Emosi, dan Pemain Pingsan

Olahraga52 Dilihat

Portal Muria – 18 April 2026 | Johor Darul Ta’zim (JDT) mengalami kegagalan menyakitkan pada laga perempat final Liga Champions Asia Elite 2025/2026 melawan Al Ahli di King Abdullah Sports City, Riyadh, pada Jumat 17 April 2026. Meskipun sempat unggul lewat gol bunuh diri lawan pada menit ke-19, JDT harus menelan kekalahan 1-2 setelah insiden dramatis yang melibatkan pemainnya, Jairo Da Silva.

Pada menit ke-38, pemain Al Ahli, Ali Majrashi, menerima kartu merah langsung setelah menendang keras wajah Jairo Da Silva. Tendangan tersebut menyebabkan Jairo pingsan sejenak di lapangan, memicu keributan di antara pemain, ofisial, dan tim medis. Tim medis yang berada di pinggir lapangan tampak lambat dalam memberikan pertolongan, memicu kemarahan kapten JDT, Natxo Insa, yang berlari ke tepi lapangan dan menendang kursi medis sebagai protes.

Insiden tersebut menambah ketegangan pada pertandingan. Al Ahli, yang bermain dengan sepuluh pemain setelah pengusiran Majrashi, tetap menekan dengan intensitas tinggi. Riyad Mahrez bersama rekan-rekannya berhasil menyamakan kedudukan pada waktu injury time pertama, sebelum Franck Kessie membuka keunggulan 2-1 pada menit ke-45+3 lewat assist Wenderson Galeno.

Setelah jeda, Al Ahli kembali menguasai permainan dan pada menit ke-55 mencetak gol kedua lewat Galeno yang memanfaatkan umpan matang dari Zakaria Al Hawsawi. JDT berusaha bangkit dengan memasukkan Bergson pada menit ke-70, namun serangan mereka terhalang oleh pertahanan rapat Al Ahli. Beberapa pemain JDT menerima kartu kuning menjelang akhir laga, menandakan frustrasi yang memuncak.

Jairo Da Silva dilarikan ke rumah sakit setelah insiden. Tim medis JDT melaporkan bahwa kondisinya kini stabil meskipun harus menjalani perawatan intensif. Pada saat yang sama, Natxo Insa menjadi sorotan media karena tindakan emosionalnya menendang kursi medis, sebuah aksi yang dianggap melanggar sportivitas namun mencerminkan keprihatinan atas penanganan medis yang dianggap lambat.

Susunan pemain pada pertandingan tersebut memperlihatkan perbedaan taktik. Al Ahli menurunkan Edouard Mendy sebagai kiper, dengan lini belakang yang terdiri dari Ali Majrashi, Rayan Hamed, Roger Ibanez, dan Zakaria Al Hawsawi. Di lini tengah, Franck Kessie, Matheus Goncalves, Riyad Mahrez, Enzo Millot, dan Wenderson Galeno berperan penting, sementara Ivan Toney menjadi penyerang utama. JDT menurunkan Andoni Zubiaurre di gawang, dengan bek Andalan Oscar Arribas, Raul Parra, Eddy Silvestre, dan Antonio Glauder. Di tengah, Nene, Ignacio Insa, serta Marcos Guilherme, Nacho Mendez, dan Jonathan Silva mendominasi. Jairo Da Silva menjadi penyerang utama, didampingi oleh Bergson yang masuk pada menit akhir.

  • Gol pertama JDT: Gol bunuh diri Ali Majrashi (menit 19)
  • Kartu merah: Ali Majrashi (menit 38)
  • Gol Al Ahli: Franck Kessie (menit 45+3), Wenderson Galeno (menit 55)
  • Pengganti JDT: Bergson (menit 70)

Insiden ini menimbulkan perdebatan luas mengenai standar keamanan medis di kompetisi tingkat tinggi. Penonton dan analis menilai bahwa respons tim medis harus lebih sigap, terutama pada cedera kepala. Selain itu, tindakan Natxo Insa menimbulkan pertanyaan tentang batasan emosi pemain dalam situasi kritis.

Keberhasilan Al Ahli melaju ke semifinal menandai mereka sebagai salah satu favorit kuat dalam fase berikutnya, sementara JDT harus meninjau kembali strategi pertahanan dan prosedur medis. Pelatih JDT diharapkan akan mengkaji kembali kebijakan disiplin pemain serta meningkatkan koordinasi dengan tim medis untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Dengan hasil akhir 1-2, JDT harus menerima kenyataan kegagalan dan mempersiapkan diri untuk kompetisi domestik serta turnamen internasional selanjutnya. Sementara itu, Jairo Da Silva akan menjalani evaluasi medis menyeluruh sebelum kembali berlatih, dan kapten Natxo Insa diperkirakan akan menerima sanksi disiplin atas aksi menendang kursi medis.