Portal Muria – 16 April 2026 | JAKARTA, 16 April 2026 – Sebuah aksi begal yang menargetkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, menimbulkan kehebohan di media sosial dan memicu operasi gabungan antara Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya. Korban, Bimo Margo Hutomo, 29 tahun, mengalami luka berat pada kepala, wajah, dan pergelangan tangan setelah dikeroyok lebih dari lima orang bermotor pada dini hari, 2 April 2026.
Insiden terjadi di Jalan KH Hasyim Ashari, tepatnya di dekat Holland Bakery, sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, Bimo sedang melintasi rute dari Tomang menuju Johar Baru ketika kelompok pelaku menabraknya, memukulnya dengan tangan kosong, dan menghantam kepalanya menggunakan batu serta benda keras lainnya. Sepeda motor serta dua ponsel milik korban diculik oleh para penyerang yang melarikan diri dengan kendaraan mereka.
Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Eko Yulianto, mengonfirmasi bahwa laporan polisi nomor LP/B/951/IV/2026 diterima segera setelah kejadian. “Kami langsung melakukan visum pada korban di RS Tarakan dan melakukan olah TKP secara menyeluruh,” ungkap Eko dalam keterangan di Mako Polres pada Rabu, 15 April 2026.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, menjelaskan bahwa penyelidikan mengidentifikasi total sembilan orang yang terlibat dalam aksi tersebut. Dari sembilan tersangka, lima pelaku berhasil diamankan dalam penggerebekan di sebuah hotel kawasan Pluit, Jakarta Utara, pada Senin, 13 April 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Operasi dipimpin oleh Kanit Resmob AKP Rasid dan Kanit Ranmor Iptu Hutagaol, dengan dukungan tim Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.
Kelima tersangka yang ditangkap memiliki inisial dan usia sebagai berikut:
- F (30 tahun)
- RS (19 tahun)
- TA (20 tahun)
- R (21 tahun)
- RA (24 tahun)
Identitas lengkap masih dirahasiakan untuk kepentingan penyidikan. Selanjutnya, empat orang lainnya (dengan inisial Z, J, C, dan F) masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan menjadi prioritas pengejaran polisi.
Setelah penangkapan, hasil pemeriksaan urin menunjukkan bahwa kelima tersangka positif mengonsumsi narkoba. “Ketujuh laki-laki yang berada di lokasi penangkapan, termasuk lima tersangka dan dua saksi, semuanya dinyatakan positif narkoba,” jelas Kasatreskrim Polres Metro, AKBP Roby Saputra. Kasus ini kini berada dalam penanganan Satnarkoba untuk proses hukum lanjutan.
Korban, Bimo Margo Hutomo, yang sempat dirawat di RS Tarakan, melaporkan luka pada kepala, lecet di muka, serta memar pada pergelangan tangan. Dokter mengonfirmasi bahwa meski luka tersebut tidak mengancam jiwa, proses pemulihan memerlukan waktu beberapa minggu. Polisi juga mengumpulkan rekaman CCTV yang menunjukkan aksi kekerasan secara detail, termasuk momen korban dipaksa menurunkan helmnya, dipukul, dan motor serta ponselnya diangkut oleh para pelaku.
Pengungkapan kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan petugas negara yang sedang menjalankan tugas. Media sosial memperbanyak penyebaran video kejadian, memicu perdebatan tentang keamanan petugas di jalan raya serta tindakan kriminal jalanan yang semakin brutal.
Kombes Budi Hermanto menegaskan komitmen Polda Metro Jaya untuk memberantas kejahatan jalanan. “Kasus begal dengan kekerasan terhadap petugas kami tangani secara tegas. Kami tidak akan segan menggunakan segala sumber daya untuk menjamin rasa aman warga dan aparat negara,” ujarnya dalam konferensi pers pada Selasa, 14 April 2026.
Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan tindakan kriminal serupa secara cepat dan memberikan keterangan selengkapnya kepada aparat. “Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam mengungkap jaringan kriminal yang terorganisir,” kata Iptu Heri Moko, Plt Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir.
Dengan penangkapan lima pelaku dan proses hukum yang sedang berjalan, diharapkan kasus ini menjadi contoh nyata bahwa kejahatan jalanan tidak akan dibiarkan mengganggu keamanan publik. Penyelidikan terhadap empat tersangka yang masih buron terus berlanjut, sementara korban terus menjalani perawatan dan mendapatkan dukungan moral dari rekan-rekan sesama petugas damkar.
Kasus ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas unit kepolisian, penegakan hukum yang cepat, serta perlindungan bagi aparat negara yang berada di garis depan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan setiap kejadian mencurigakan demi menciptakan lingkungan yang lebih aman.







