Apel Pengamanan Takbiran di Pati, 854 Personel Disiagakan, Kapolresta Tegaskan Larangan Konvoi dan Sound Horeg Berlebihan

Berita, Pati790 Dilihat

PATI, PortalMuria.com – Menjelang malam takbiran, aparat gabungan di Kabupaten Pati bergerak cepat, sebanyak 854 personel dari unsur TNI, Polri, dan dinas terkait disiagakan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, S.H., S.I.K., M.Si. , pada Jumat, 20 Maret 2026, di halaman Polresta Pati, sebagai tanda dimulainya pergeseran pasukan pengamanan.

“Hari ini kita melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka pergerakan, pergeseran pasukan untuk pengamanan takbiran,” ujar Kapolresta.

Strategi Rayonisasi, Pasukan Disebar di Titik Rawan
Kapolresta menjelaskan, pengamanan dilakukan dengan sistem rayonisasi, personel disebar sesuai wilayah prioritas.

Titik fokus meliputi, wilayah utara di Tayu, wilayah timur di Juwana, wilayah selatan di Kayen, wilayah kota di seluruh akses jalan utama dan jalur lingkar.

“Personel kita sebar sesuai rayon, untuk mengantisipasi potensi gangguan seperti tawuran, konvoi, maupun trek-trekan,” tegasnya.

Dalam pengamanan, Polresta Pati mengedepankan pendekatan humanis, dengan mengutamakan langkah preventif dan edukatif kepada masyarakat.

Petugas akan melakukan edukasi, imbauan pelaksanaan takbiran di masjid atau lingkungan masing-masing, serta pencegahan kegiatan yang berpotensi menimbulkan gesekan.

“Kita mengedepankan kegiatan kepolisian secara humanis, dengan langkah preventif dan edukatif kepada masyarakat,” jelas Kapolresta.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi dan menghindari aktivitas berisiko.

“Saya menghimbau masyarakat untuk melaksanakan takbiran dengan khusyuk di masjid, tidak ikut-ikutan konvoi di jalan raya yang berpotensi menimbulkan mudharat,” imbuhnya.

Foto; Apel Gelar Pasukan Pengamanan Malam Takbiran di Halaman Polresta Pati, 854 Personel Disiagakan.

Pengamanan juga melibatkan Forkopimda, yang akan melakukan pemantauan langsung di sejumlah pos, guna memastikan situasi tetap terkendali.
Selain itu, masyarakat diminta aktif memberikan informasi melalui layanan kepolisian.

“Silakan masyarakat memberikan informasi kepada kami melalui layanan 110, online 24 jam, untuk mendukung pengamanan,” kata Kapolresta.

Kapolresta menegaskan larangan terhadap kegiatan yang berpotensi memicu konflik, seperti konvoi kendaraan, arak-arakan, serta hiburan malam pasca takbiran.

“Kita sepakat melarang kegiatan hiburan malam setelah takbiran, karena pengalaman tahun lalu banyak korban akibat tawuran,” ungkapnya.

Terkait sound horeg, Polresta bersama Forkopimda telah menetapkan batasan tegas, maksimal 16 subwoofer, dengan pengawasan melibatkan kecamatan dan pemerintah desa.

“Kalau melebihi ketentuan, tentu akan kita berikan sanksi,” tegas Kapolresta.

Di akhir keterangannya, Kapolresta berharap seluruh rangkaian malam takbiran di Kabupaten Pati berjalan aman, tertib, kondusif.

“Mudah-mudahan kegiatan takbiran ini bisa berjalan dengan aman, tertib, dan tidak ada kejadian menonjol,” pungkasnya.

Dengan pengamanan berlapis, pendekatan humanis, serta keterlibatan masyarakat, malam takbiran di Pati diharapkan berlangsung damai tanpa gesekan.

(Red.)