Banjir Bandang Lereng Muria Terjang Pati, Jembatan Desa Pohgading Tersumbat Material Kayu

Berita, Pati988 Dilihat

PATIPortalMuria.com | Banjir bandang kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur kawasan lereng Pegunungan Muria sejak sore hingga malam hari, Jumat (9/1/2026). Salah satu titik terdampak berada di Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, yang menjadi jalur aliran deras banjir bandang dari kawasan pegunungan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Air bercampur lumpur dan material kayu mengalir deras melewati jembatan utama desa, membuat warga waspada akan potensi kerusakan dan banjir susulan.

Kepala Desa Pohgading, Zubaidi Abdillah, mengungkapkan banjir bandang datang secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. Aliran air dari hulu membawa material cukup besar yang kemudian menyumbat aliran di bawah jembatan.

“Banjir bandang diketahui melewati jembatan yang ada di desa kami sekitar pukul 19.00 WIB,” ujar Zubaidi saat dikonfirmasi, Jumat malam.

Menurutnya, tumpukan kayu dan lumpur membuat air tak tertampung, hingga meluap dan tumpah ke atas badan jembatan. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa bersama warga bergerak cepat. Zubaidi bersama masyarakat langsung berjaga secara bergantian di sekitar jembatan untuk memantau debit air dan memastikan kondisi tetap aman.

“Kami bersama warga berjaga-jaga di sekitar jembatan untuk memastikan kondisi tetap aman dan memantau debit air,” jelasnya.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk kemungkinan jembatan tersumbat total atau tergerus arus deras.

Foto; Warga Dukuh Alastuwo Desa Pohgading menggelar kerja bakti. Dengan alat seadanya untuk membersihkan tumpukan kayu dan lumpur yang menutupi jembatan.

Memasuki hari berikutnya, Sabtu (10/1/2026), pemerintah desa bersama warga Dukuh Alastuwo menggelar kerja bakti. Dengan alat seadanya, warga bahu-membahu membersihkan kayu-kayu besar dan lumpur yang menyumbat aliran sungai di bawah jembatan.

“Kami bersama warga Dukuh Alstuwo melaksanakan kerja bakti dan gotong royong untuk membersihkan sampah kayu yang menyumbat jembatan ini,” ungkap Zubaidi.

Ia berharap, pembersihan ini bisa mengembalikan fungsi jembatan dan memperlancar aliran air agar tidak memicu banjir susulan.

“Harapannya semoga sampah cepat bisa dibersihkan dan tidak ada banjir susulan lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pati mulai menyiapkan langkah strategis. Bupati Pati, Sudewo, telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) untuk memetakan titik-titik rawan banjir di seluruh wilayah.

“Dinas PU sudah saya perintahkan untuk memetakan di daerah rawan banjir, apa penyebabnya, apa solusinya,” kata Bupati Sudewo.

Pada 2026, Pemkab Pati berencana melakukan normalisasi sungai secara besar-besaran sebagai upaya jangka panjang penanggulangan banjir, termasuk di kawasan perkotaan.

“Termasuk penanganan banjir yang ada di perkotaan di Jalan Agil, Jalan Ahmad Yani, Jalan depan Kantor Kecamatan Pati. Nanti secara bertahap kami tangani, sudah kami anggarkan tinggal nanti belanja,” tandasnya.

Hingga kini, kondisi Desa Pohgading dilaporkan mulai berangsur normal. Meski demikian, warga tetap diminta waspada mengingat potensi hujan di kawasan Pegunungan Muria masih cukup tinggi.

(Red.)