Kudus Catat Sejarah: Bupati Raih Penghargaan Literasi Keuangan OJK di Momen Hari Guru Nasional 2025

Berita, Kudus, Muria, Muria Raya1202 Dilihat

KUDUS, PortalMuria.com – Kabupaten Kudus kembali menorehkan prestasi nasional. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, resmi menerima Penghargaan Literasi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas konsistensi Pemkab Kudus dalam menggerakkan literasi dan inklusi keuangan sejak dini.

Penghargaan tersebut diberikan karena Kudus dinilai berhasil menumbuhkan budaya cerdas finansial di kalangan pelajar sepanjang tahun 2025, sebuah lompatan penting di tengah tantangan ekonomi digital yang terus berubah.

Momentum ini terasa semakin istimewa karena diterima bertepatan dengan Upacara Hari Guru Nasional (HGN) 2025) yang berlangsung khidmat di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (25/11/2025).

Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa, yang juga hadir dalam upacara tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas berbagai capaian pendidikan di Kudus.

“Kudus selalu menjadi role model bagi daerah lain. Selamat dan sukses bagi seluruh insan pendidikan yang terus memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Musthofa menilai, kombinasi antara peningkatan kualitas guru dan penguatan literasi finansial menjadikan Kudus sebagai kabupaten yang progresif dalam pembangunan SDM.

Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang dibacakan Bupati Sam’ani, ditegaskan bahwa guru adalah agen pembelajaran sekaligus penjaga peradaban. Guru dinilai berperan membentuk karakter, nalar kritis, dan akhlak generasi bangsa.

Sam’ani menyoroti bahwa pemerintah kini tengah memprioritaskan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru.

“Perluasan beasiswa peningkatan kualifikasi akademik hingga pelatihan kompetensi profesional terus dikejar agar semua jenjang pendidikan memperoleh peningkatan kualitas yang merata,” tegasnya.

Bupati Kudus menerima Penghargaan Literasi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pemkab Kudus juga turut mendorong pengurangan beban administratif agar guru dapat kembali fokus pada proses belajar-mengajar, sebuah isu yang selama ini menjadi keluhan para pendidik di Indonesia.Bupati Sam’ani menegaskan bahwa peringatan Hari Guru Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi ruang refleksi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan para pendidik.

“Para guru telah menjaga marwah pendidikan dan menjadi teladan bagi generasi penerus. Pemkab Kudus berkomitmen memperkuat dukungan agar kualitas layanan pendidikan semakin meningkat,” ujarnya.

Dengan capaian literasi keuangan yang diakui nasional, serta komitmen terhadap peningkatan kualitas guru, Kudus menegaskan posisinya sebagai kabupaten yang serius membangun peradaban melalui pendidikan.

Kudus tidak hanya bergerak, tetapi melompat dan ini juga membuktikan bahwa inovasi pendidikan dapat menjadi fondasi kemajuan daerah.

 

(Red.)