Mayat Misterius Membusuk di Persawahan Perbatasan Rembang, Diduga ODGJ

Berita, Rembang1381 Dilihat

REMBANG , PortalMuria.com – Warga Desa Kasreman, Kecamatan Rembang, Jumat pagi (12/9/2025) mendadak digegerkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki yang sudah membusuk di tengah area persawahan. Bau menyengat dari jasad itu lebih dulu tercium seorang pencari rumput, sebelum akhirnya membongkar fakta mencekam: ada tubuh manusia terbujur kaku di lahan perbatasan desa.

Kapolsek Rembang Kota, AKP AL. Sutikna membenarkan penemuan tersebut. “Sekitar pukul 10.00 WIB kami menerima laporan, langsung menuju lokasi. Identitas korban tidak ditemukan,” ujarnya.

Awal mula kasus ini terungkap ketika Sumani (73), warga Desa Ketangi, sedang mencari rumput. Hidungnya tiba-tiba menangkap bau busuk menusuk. Saat menelusuri, ia menemukan sesosok tubuh pria tergeletak tak bernyawa.

“Posisinya di Desa Kasreman, tapi tanahnya milik warga Desa Ketangi, jadi memang perbatasan antar kecamatan,” jelas Kapolsek.

Dugaan ODGJ, Misteri Identitas Masih Gelap

 

Baca Juga : Mayat Misterius Mengering di Sawah Kasreman Rembang, Dimakamkan Tanpa Identitas 

 

Kerumunan warga yang berdatangan ramai-ramai menduga mayat tersebut merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sering terlihat berkeliaran. Namun, dugaan ini belum bisa dipastikan.

Tim medis dari Puskesmas yang melakukan pemeriksaan awal memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan. Diperkirakan korban sudah meninggal sekitar satu minggu. “Kulit kepala bagian belakang sudah mengelupas akibat proses pembusukan,” terang AKP Sutikna.

Jenazah kini berada di kamar mayat RSUD dr. R. Soetrasno Rembang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jika benar korban ODGJ dan tak ada pihak keluarga yang mengakuinya, RSUD akan memakamkan jasad itu di pemakaman umum Krapyak, Rembang, Jumat sore ini.

Misteri di Tengah Sawah

Penemuan jasad ini kembali membuka potret kelam tentang nasib orang-orang tanpa identitas di jalanan. Tak ada KTP, tak ada nama, dan bisa jadi tak ada keluarga yang menanti. Tubuhnya ditemukan begitu saja di lahan hijau yang sepi, hanya menyisakan bau kematian yang menuntun warga pada tragedi pilu.

(Red.)