ASN PPPK di Mrayun Sale Nekat Akhiri Hidup, Diduga Karena Cinta Tak Direstui

Berita, Rembang1048 Dilihat

Rembang , PortalMuria.com – Warga Desa Mrayun, Kecamatan Sale, digegerkan peristiwa tragis pada Kamis (11/9/2025) dini hari. Seorang aparatur sipil negara (ASN) berstatus PPPK, berinisial MLH (28 tahun), ditemukan tewas bersimbah darah di bendungan desa setempat, setelah diduga nekat menggorok lehernya sendiri dengan pisau dapur.

Kapolsek Sale, Iptu Hengki Irawan, membenarkan insiden ini.

“Ya, korban mengalami luka parah di bagian leher,” ujarnya singkat.

Kepala Puskesmas Sale, dr. Tusnedi, juga memastikan hanya ada satu luka fatal.

“Betul, lukanya di leher saja,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan medis, luka yang diderita korban cukup mengerikan: panjang 8 cm, kedalaman 4 cm, dan lebar 2 cm hingga menembus tulang kerongkongan. Luka itulah yang membuat korban kehabisan darah dan tak terselamatkan.

Kronologi Mencekam

Sekira pukul 04.30 pagi, ayah korban hendak berangkat ke masjid. Namun ketika memanggil anaknya, tak ada jawaban. Saat dicek ke kamar, korban sudah tidak ada. Kecurigaan semakin kuat ketika sang ibu melihat bercak darah di dapur.

Ayah korban kemudian bergegas menuju bendungan desa ,tempat yang belakangan kerap didatangi korban. Benar saja, di sanalah MLH tergeletak dengan pisau dapur tak jauh dari tubuhnya. Panik, keluarga lalu meminta bantuan warga dan melapor ke Polsek Sale.

Sang ayah, KH, mengaku sempat melihat anaknya murung pada pukul 01.00 dini hari. Ia menasihati korban agar membaca Alqur’an, lalu beristirahat. Tak disangka, beberapa jam kemudian tragedi itu terjadi.

“Paginya saya temukan sudah seperti itu,” ucapnya dengan suara berat.

Diduga Karena Cinta Tak Direstui

Dari keterangan sejumlah saksi, MLH sebelumnya pernah bercerita ingin melamar kekasihnya. Namun rencana itu kandas, lantaran tidak mendapat restu dari pihak keluarga sang kekasih. Dugaan inilah yang membuat korban larut dalam tekanan batin hingga mengambil jalan pintas.

Meski begitu, aparat masih mendalami motif pasti.

“Untuk hal itu (pemicu), tentu masih kita dalami,” tegas Iptu Widodo Eko Prasetyo, KBO Reskrim Polres Rembang.

(Red.)