Solo Raya Jadi Pusat Lompatan Energi Bersih: CNG Perkuat Ekonomi Jawa Tengah

JAWA TENGAH404 Dilihat

Solo Raya, PortalMuria.com – Peta energi alternatif di Jawa Tengah resmi memasuki babak baru. Sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi yang mendorong pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai energi ramah lingkungan sekaligus murah dibandingkan elpiji, langkah konkret kini muncul dari dunia usaha bersama BUMD strategis milik Pemprov.

Empat perusahaan swasta di wilayah Solo Raya—PT Vino Tuum Preasidium (Direktur: Marcellinus Dedo Advent Dewata), PT Ramelio Berkat Abadi (Direktur: Daniel Raditya Donny), PT Nugraha Sejahtera Abadi (Direktur: Aroza Alif Nugraha), dan PT Kantil Senjyo Group (Direktur: Hartono Budi Santoso)—sepakat menggandeng dua BUMD besar, yakni PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) Perseroda dan PT Jateng Petro Energi (JPEN) Perseroda.

SPJT dikenal sebagai pemain kunci infrastruktur dan manufaktur, sementara JPEN menjadi tulang punggung sektor energi Jawa Tengah. Sinergi antara kekuatan modal swasta dan mesin BUMD inilah yang diyakini bakal mempercepat lahirnya ekosistem energi alternatif berbasis CNG.

“Kerja sama ini bukan sekadar bisnis, melainkan komitmen nyata mendukung program strategis pemerintah daerah. CNG adalah solusi tepat, murah, dan aman bagi masyarakat, sekaligus mendukung transisi energi bersih,” ungkap Marcellinus direktur PT Tuum Preasidium.

Lebih Murah, Lebih Kuat

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa CNG bukan sekadar alternatif, tetapi masa depan. Harga yang lebih terjangkau dibandingkan elpiji, daya saing industri yang meningkat, hingga peluang memperkuat ketahanan energi daerah adalah alasan mengapa CNG layak dijadikan prioritas.

Dengan hadirnya inisiatif di Solo Raya, Jawa Tengah berpeluang besar menjadi pionir provinsi pengguna CNG terbesar di Indonesia. Tidak hanya menekan ketergantungan impor elpiji, tapi juga membuka ruang investasi baru, lapangan kerja, hingga menggerakkan roda ekonomi lokal.

Model Bisnis Baru Daerah

Kolaborasi PT Vino Tuum Preasidium bersama tiga mitra lokal dan dua BUMD ini bisa menjadi role model kemitraan strategis daerah. Formula bisnis berbasis energi bersih, keberlanjutan, dan kemandirian ini berpotensi menjadi blueprint bagi provinsi lain yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan energi fosil impor.

Jika terealisasi sesuai rencana, Solo Raya bukan hanya dikenal sebagai pusat budaya Jawa, tetapi juga pusat inovasi energi bersih Indonesia.(Red.)