Kapal KM. Mekar Jaya 08 Karam di Mandalika: 23 Orang Selamat Oleh Nelayan Karimunjawa

Jepara610 Dilihat

Jepara , PortalMuria.com – Laut Mandalika kembali menelan korban. Kapal ikan jenis Mini Korsin, KM. Mekar Jaya 08, karam di perairan timur Karimunjawa, Sabtu (6/9/2025) pagi. Dalam hitungan menit, kapal seharga ratusan juta rupiah itu habis digulung air. Namun, keajaiban terjadi: 23 Anak Buah Kapal (ABK) selamat, tanpa satupun nyawa melayang.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Kapal yang sehari sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Rembang, mendadak mengalami kebocoran di bagian buritan. Hanya 15 menit setelah air masuk, kapal tenggelam.

“Semua ABK panik, mereka bertahan dengan apa saja yang bisa mengapung,” ungkap Mu’adz, S.Sos., M.H., Camat Karimunjawa, saat dikonfirmasi.

Di tengah kepanikan itu, tiga nelayan lokal—Sukohadi (46), Saidi (32), dan Mulyono (46)—menjadi pahlawan. Mereka sigap mengevakuasi seluruh ABK, termasuk nakhoda sekaligus pemilik kapal, Edi Susanto (34), asal Pandangan Kulon, Kragan, Rembang.

Sekitar pukul 13.30 WIB, korban akhirnya tiba di daratan Karimunjawa. Warga setempat, termasuk Aziz Faturohman, Ketua RT 02/RW 01, membuka rumahnya untuk menampung mereka. “Kami warga hanya bisa membantu sebisanya. Mereka datang dengan wajah pucat, kelelahan, tapi bersyukur selamat,” ujar Aziz.

Penanganan Darurat: Dari Sarapan hingga Tiket Pulang

Aparat TNI-Polri bersama pemerintah kecamatan segera melakukan pendataan. PMI menyalurkan bantuan konsumsi Rp100 ribu per orang, nasi box, dan logistik lainnya. Pemdes Karimunjawa menyiapkan penginapan darurat di rumah warga.

Pemulangan ABK difasilitasi oleh Dinsospermasdes Jepara bekerja sama dengan ASDP Kapal Ferry Siginjai. Tiket penyeberangan mereka ditanggung pemerintah.

Jejak Laut yang Makin Berbahaya

KM. Mekar Jaya 08 hanyalah satu dari puluhan kapal asal Rembang yang mencari nafkah di perairan Mandalika. Namun, kawasan ini memang dikenal rawan. Gelombang tinggi, arus ganas, hingga angin kencang kerap menjadi jebakan maut.

“Ini bukan kecelakaan pertama, dan bisa jadi bukan yang terakhir,” tegas Mu’adz, mengingatkan agar otoritas lebih serius dalam aspek keselamatan pelayaran.(Red.)