Jepara , PortalMuria.com – Bumi Kartini kini perlahan kembali tenang, namun aroma kerusuhan belum sepenuhnya hilang. Polres Jepara bersama TNI, Satpol PP, dan stakeholder terkait bergerak cepat untuk memastikan gejolak massa tak kembali menyala.
Patroli gabungan dipimpin Kabag Ops Polres Jepara, Kompol Sutono, menyusuri titik-titik rawan mulai dari Kantor DPRD, Jalan MT Haryono, KS Tubun, Kartini hingga Jalan Pemuda. Polisi tak hanya berkeliling, tapi juga berdialog langsung dengan warga.
“Patroli ini bukan hanya saat ada potensi unjuk rasa, tetapi rutin dilakukan setiap malam maupun siang hari demi menjamin rasa aman,” tegas Kompol Sutono.
Kericuhan yang pecah pada Sabtu malam (30/8/2025) masih menyisakan luka. Aksi demonstrasi yang semula tertib di depan Mapolres Jepara mendadak berubah menjadi amuk massa. Ratusan orang merangsek ke Gedung DPRD Jepara, menjebol pintu utama, menjarah kursi, meja, hingga televisi.
Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M. Faizal Wildan Umar, mengungkapkan 55 orang diamankan saat insiden pecah. “Dari jumlah itu, 45 sudah dipulangkan, sementara 10 lainnya masih menjalani proses hukum,” kata Faizal, Senin (1/9/2025).
Polisi menilai mayoritas massa berasal dari wilayah Jepara. Fokus penyidikan kini tertuju pada 10 orang yang diduga sebagai provokator sekaligus pelaku perusakan dan penjarahan.
Meski situasi berangsur kondusif, aparat tetap meningkatkan penjagaan. Jepara kini berada dalam pengawasan ketat—sebuah harga yang harus dibayar setelah simbol demokrasi lokal, Gedung DPRD, luluh lantak di tangan amarah massa.(Red.)











