“Nyedak Tas Kulo”: Inovasi Puskesmas Mondokan Jemput Bola Atasi TBC

Uncategorized401 Dilihat

Sragen, PortalMuria.com – Puskesmas Mondokan meluncurkan inovasi layanan kesehatan “Nyedak Tas Kulo” (NYetor DAhaK tunTASkan tuberKULOsis) sebagai strategi baru dalam memerangi penyakit TBC. Program ini menargetkan penemuan kasus secara aktif, dengan mendatangi warga langsung ke rumah untuk mengambil sampel dahak, tanpa menunggu mereka datang ke Puskesmas.

Melalui pendekatan jemput bola berbasis komunitas, kader kesehatan dilibatkan untuk mencari suspek TBC, memberikan edukasi, dan membantu proses pengambilan serta pengiriman sampel. Hasilnya, dari Januari hingga November 2024, terjaring 363 suspek dan ditemukan 17 kasus TBC positif.

Kepala Puskesmas Mondokan, dr. Mey Prastanti, menyebut pendekatan pasif sudah tak efektif. “Banyak penderita TBC tak terdeteksi karena kendala transportasi, ekonomi, dan stigma. Kami memilih bergerak aktif. Kader turun langsung ke lapangan, dan ini lebih efektif,” ujarnya.

Keunggulan Nyedak Tas Kulo:

  • Menjangkau wilayah terpencil dan minim akses
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat
  • Mendorong deteksi dini dan penanganan cepat
  • Menguatkan peran kader sebagai ujung tombak layanan

Program ini juga didukung oleh pelatihan kader, pemetaan wilayah rawan, dan kerja sama lintas sektor. Dengan strategi yang tepat dan melibatkan masyarakat, TBC bisa dicegah dan ditangani dari akar rumput.

“Nyedak Tas Kulo” menjadi bukti bahwa pendekatan jemput bola dan kolaboratif bisa jadi solusi efektif dalam pengendalian TBC. Inovasi ini diharapkan bisa jadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. (kh)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *