Sragen, PortalMuria.com – Puskesmas Sambungmacan 1 meluncurkan inovasi pelayanan publik bertajuk MACAN JINAK (Mari Mencegah Penyalahgunaan Napza dan Gangguan Jiwa pada Anak Sekolah), untuk mencegah gangguan jiwa dan penyalahgunaan zat di kalangan pelajar.
Program ini mengedepankan pendekatan komunitas dengan melibatkan kader kesehatan jiwa yang telah dilatih untuk melakukan deteksi dini, penyuluhan, hingga rujukan. Edukasi langsung ke anak sekolah juga menjadi bagian penting agar mereka bisa mengenali risiko sejak dini.
Sejak uji coba dimulai pada November 2023, program ini menunjukkan hasil positif. Tak ada lagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dipasung, dan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan mental mulai meningkat.
MACAN JINAK juga didukung layanan seperti Posyandu Jiwa, Terapi Aktivitas Kelompok (TAK), hingga telemedicine dengan RSJ dr. Zainal Arifin Surakarta. Untuk pasien yang tidak bisa datang ke fasilitas kesehatan, tim puskesmas dan kader siap melakukan kunjungan rumah.
Yunita Dini Arsari, penggagas program, mengatakan bahwa perubahan sikap masyarakat sangat terasa. “Dulu penderita ODGJ sering dikucilkan, sekarang masyarakat lebih peduli dan mendukung proses pemulihan,” ujarnya.
Selain berdampak pada kesehatan, program ini juga membantu mengurangi beban ekonomi keluarga, dan mendorong budaya peduli terhadap sesama. MACAN JINAK diharapkan bisa menjadi contoh untuk wilayah lain dalam penanganan isu mental dan napza secara lebih manusiawi. (kh)














